Dark/Light Mode

Kompleks KBRI Seoul Disulap Jadi Ramah Lingkungan

Rabu, 23 Desember 2020 22:55 WIB
Duta Besar Indonesia Untuk Korea Selatan Umar Hadi (Foto IST)
Duta Besar Indonesia Untuk Korea Selatan Umar Hadi (Foto IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul (KBRI Seoul) bersiap mencanangkan “transformasi hijau”. Tujuannya, untuk menjadikan kompleks KBRI Seoul 100% ramah lingkungan, dan berkontribusi pada pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, perwakilan Indonesia di Negeri Ginseng berkomitmen mempercepat proses transformasi hijau kompleks KBRI Seoul, kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Seoul dan kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan pada 2021.

“Transformasi hijau ini mengikuti transformasi digital yang sudah lebih dulu dilaksanakan KBRI Seoul. Situasi pandemi Covid-19 menuntut kami mempercepat transformasi tersebut,” tutur Umar, dalam keterangan persnya pada Selasa (22/12/2020).

Berita Terkait : Dirjen PPI Ajak Pemuda Jadi Garda Perubahan Iklim

Perlu diketahui, kompleks KBRI Seoul berlokasi di kawasan Yeouido, yang merupakan pusat keuangan Korea Selatan. Di lahan seluas lebih dari 8.000 meter persegi itu terdapat bangunan kantor, Wisma Duta Besar, dan apartemen staf yang dihuni lebih dari 60 orang. Selain itu, terdapat kantor IIPC yang menyewa ruangan di Gedung Intergrated Financial Center (IFC) Yeouido dan kantor ITPC di pusat kota Busan yang juga akan dilibatkan dalam tranformasi hijau ini.

Menurut Umar, KBRI Seoul telah menjalankan transformasi hijau. Seperti dalam hal pengelolaan sampah dan daur ulang, penghematan pemakaian listrik, dan pengurangan drastis penggunaan kertas. Namun nanti, sejumlah langkah penting lainnya siap dilakukan. Seperti penggunaan panel tenaga surya untuk kebutuhan listrik, penggantian kendaraan operasional dengan mobil listrik secara bertahap, dan penggantian sistem pemanas ruangan sesuai standar setempat.

Langkah tersebut merupakan bagian upaya KBRI Seoul untuk mendorong kerja sama di bidang teknologi ramah lingkungan, serta mendukung implementasi program “Indonesia 4.0” di sektor-sektor energi terbarukan, pertanian dan perikanan, trans-portasi, industri manufaktur, dan pengolahan limbah.

Baca Juga : Rusia Usir Dua Diplomat Kolombia

“Kami merencanakan, beberapa teknologi unggulan seperti panel surya dan contoh kebun pintar perkotaan akan segera dibangun di kompleks KBRI Seoul,” terang Dubes yang mulai bertugas di Seoul pada 10 Mei 2017.

Pihaknya, lanjut Umar, akan menjadikan KBRI Seoul sebagai tempat di mana berbagai pihak di Indonesia, baik pemerintah maupun swasta termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dapat mengakses berbagai teknologi ramah lingkungan yang dimiliki Korea Selatan. Sebaliknya, teknologi yang dikembangkan Indonesia juga bisa dipromosikan di sini.

Akhir Oktober lalu, Pemerintah Korea Selatan juga menetapkan target netral karbon pada 2050 sebagai aksi nyata mengatasi perubahan iklim. “Tentunya, transformasi hijau yang dijalankan KBRI Seoul sesuai dengan kebijakan Pemerintah Indonesia. Kita juga terus memperhatikan perkembangan kebijakan negara tuan rumah,” tandas mantan Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Amerika Serikat itu.[DAY]