Dark/Light Mode

32 Provinsi Siap Deklarasi

Partai Ummat Langsung Gercep

Sabtu, 26 Desember 2020 11:59 WIB
Inisiator Partai Ummat, Agung Mozin. (Foto: Istimewa)
Inisiator Partai Ummat, Agung Mozin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang deklarasi pada Januari 2021, Partai Ummat sudah memiliki kepengurusan di 32 provinsi. Partai besutan Amien Rais itu menunjukkan bisa gerak cepat alias gercep, demi mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Sisa dua yang belum, tapi tidak ingin kita disebutkan,” ujar inisiator Partai Ummat, Agung Mozin, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Mantan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menceritakan, saat ini Partai Ummat tengahsibuk melakukan pendataan internal. Sekaligus rapat secara intensif dengan wilayah-wilayah yang sudah menyatakan diri siap melakukan deklarasi.

Beragam persyaratan menuju peserta Pemilu 2024 tengah dipersiapkan. Meski Rancangan Undang-Undang Pemilu belum rampung di DPR, namun aturan peserta pemilu diyakini tidak akan jauh beda. Misalnya, memiliki kepengurusan di seluruh provinsi, dengan paling sedikit 75 persen dari jumlah kabupaten atau kota di provinsi itu.

Baca Juga : Sabam Sirait: Reshuffle Kabinet Tumbuhkan Optimisme

Selanjutnya, memiliki kepengurusan paling sedikit di 50 persen jumlah kecamatan, menyertakan paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik (parpol) tingkat pusat. Hingga memiliki anggota paling sedikit 1.000 atau 1/1.000 dari jumlah penduduk, dan memiliki kantor tetap.

Beragam persyaratan ini, lanjut Agung, mendapatkan perhatian serius dari Partai Ummat. Secara berkala, perkembangan partai dilaporkan melalui beragam rapat-rapat persiapan partai.

“Yang dilaporkan di rapat tersebut adalah persyaratan parpol dan peserta pemilu, sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Agung mengklaim, partainya begitu cermat dalam urusan persyaratan parpol peserta Pemilu. Ini demi menghindari, persyaratan administrasi menjadi hambatan bagi Partai Ummat dalam upaya memperjuangkan rakyat.

Baca Juga : Prediksi Partai Gelora: Tahun Depan Masyarakat Fokus Pemulihan Dari Pandemi

“Kita usahakan menutup ruang kesalahan yang mengakibatkan gagal dalam persyaratan administrasi,” ucapnya.

Hingga saat ini, ujar Agung lagi, gelombang masyarakat yang ingin bergabung ke Partai Ummat terus mengalir. Di beberapa daerah, ada yang mendatangi langsung Sekretariat Tim Pendirian Partai Ummat. Sementara di pusat, juga ada para tokoh yang tengah membangun komunikasi dengan Amien Rais.

Di tempat terpisah, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengingatkan, Partai Ummat akan menghadapi proses berat menjadi peserta Pemilu 2024. Terutama, dalam mencapai ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT).

Seandainya partai-partai di DPR menyepakati PT sebesar 7 persen, tidak hanya Partai Ummat, tapi partai menengah dan bawah pun terancam gagal masuk parlemen. Apalagi, ceruk suara yang disasar Partai Ummat adalah kelompok Islam kritis.

Baca Juga : Vasco Gerindra Bangga Idolakan Soeharto

Indikatornya, kata Adi, terlihat dari partai yang diberi nama Ummat dan asasnya, Rahmatan LilAlamin. Dua indikator ini, bisa diyakini hanya menyasar dukungan pemilih Islam kritis dan inklusif, bukan nasionalis.

“Masalahnya, selain jumlah kategori pemilih Islam kritis ini sedikit, sebagian besar sudah memberikan pilihannya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS),” ujar Adi kepada Rakyat Merdeka.

Tantangan lainnya, ketika Partai Ummat mendeklarasikan, termasuk dengan sejumlah nama tokoh, simbol partai ini tetaplah sosok Amien Rais. “Tokoh reformasi ini pengaruhnya tidak lagi sekuat dulu,” ucapnya. [BSH]