Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Kemitraan IA-CEPA Jadi Solusi Atasi Tingginya Harga Daging Sapi
Kamis, 4 Februari 2021 16:32 WIB
Sebelumnya
IA-CEPA sendiri akan didukung berbagai program pelatihan dan kemitraan melalui kegiatan AgriFood Partnership yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama rantai pasok pertanian-makanan, salah satunya untuk produk olahan daging.
Adanya perjanjian dagang yang mengurangi dan bahkan mengeliminasi tarif impor daging merah dalam lima tahun merupakan modal awal yang baik untuk memastikan kesuksesan program poros kekuatan di sektor makanan olahan berbasis daging.
Baca juga : Kualitas Contact Tracing Diragukan Epidemiolog...
Andree juga menyarankan Kementerian Perdagangan melakukan koordinasi dengan Economic Cooperation Program (ECP) mendesain program untuk memperlancar jalur pasokan sapi potong dan daging sapi dari Australia ke Indonesia, misalnya dengan mengadakan pertemuan berkala antara peternak Australia dengan importir Indonesia.
Selain itu, mempelajari hambatan logistik dari Australia ke Indonesia, atau bahkan mengevaluasi cara meningkatkan efektifitas rantai distribusi daging sapi di Indonesia.
Baca juga : Kementan: Kenaikan Harga Cabe Hanya Sementara
“ECP adalah suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan potensi kesuksesan pelaksanaan IA-CEPA dengan mendukung reformasi regulasi melalui bantuan teknis, memfasilitasi hubungan antar industri, dan mengembangkan standar umum dan kerangka kerja antar kedua negara,” terangnya.
Untuk diketahui, tingginya harga daging sapi baru-baru ini menyebabkan pedagang daging sapi melakukan demonstrasi dan menolak berjualan. Hal ini disebabkan oleh harga daging sapi yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar Rp 120.000 per kilogram.
Baca juga : Kementan Pastikan Jaga Stabilisasi Harga Perunggasan Nasional
Tingginya harga daging sapi perlu diatasi dengan melihat ke persoalan di hulu, salah satunya adalah rantai distribusi yang panjang. Meskipun IA-CEPA bisa mengurangi harga impor daging sapi, panjangnya rantai distribusi bisa menimbulkan biaya tambahan yang tidak sedikit yang pada akhirnya berpengaruh kepada harga jual. [FAZ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya