Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bandara I Gusti Ngurah Rai Siap Terapkan Energi Baru Terbarukan

Kamis, 18 Februari 2021 21:27 WIB
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Dok. Angkasa Pura I)
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. (Dok. Angkasa Pura I)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura I (Persero) siap mendorong bandaranya untuk ikut mendukung penerapan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu bandara yang paling sibuk tapi sudah siap adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengungkapkan bahwa bandara tersebut sudah dipastikan menjadi bandara Angkasa Pura I pertama yang ditargetkan meraih sertifikasi ISO 50001:2018_.

"Kami memulai proses tahapan penerapan Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018 di lingkungan perusahaan," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (18/2).

Berita Terkait : Semen Baturaja Dapat Suntikan Dana Segar Rp 1,7 T Dari Perbankan

Proses tersebut sudah ditandai melalui pelaksanaan kick off meeting dengan pihak Direktorat Konservasi Energi - Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia.

"Kick off meeting ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman tentang penerapan konservasi energi dan pemanfaatan EBT secara berkelanjutan pada bandara yang sebelumnya," katanya.

Pada kick off meeting akan dibahas mengenai rincian rencana kerja dan kerangka waktu dalam pengerjaan persiapan Sistem Manajemen Energi serta pembentukan Tim Energi dan Tim Pendukung Sistem Manajemen Energi (EnMS) perusahaan.

Berita Terkait : Sarwendah: Imlek Di Rumah Saja, Pakai Baju Tahun Lalu

"Angkasa Pura I berkomitmen untuk dapat berkontribusi positif dalam pengelolaan energi terbarukan sebagai wujud dari implementasi misi perusahaan," tegasnya.

Selain itu, lanjut Faik Fahmi, manajemen juga telah menerbitkan instruksi tentang langkah-langkah penurunan gas emisi rumah kaca di bandara-bandara yang dikelola perusahaan.

Instruksi ini memuat rencana aksi untuk mendukung konservasi energi seperti pemanfaatan energi baru terbarukan melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga surya, penggunaan lampu penerangan jalan solar cell, penggunaan lampu LED, dan penggunaan peralatan hemat energi lainnya. [JAR]