Dark/Light Mode

Kadin: Program Vokasi Bantu Bangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi

Selasa, 23 Februari 2021 18:36 WIB
Kadin: Program Vokasi Bantu Bangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung, kebijakan pemerintah mengedepankan sistem pendidikan dan pelatihan vokasi. Program vokasi bantu mempersiapkan generasi muda dan angkatan kerja untuk menghadapi situasi setelah pandemi Covid-19.

“Sektor ketenagakerjaan mengahadapi isu yang luar biasa berat karena pengaruh digitalisasi dan pandemi, di mana dalam kondisi ini pengaruh akan teknologi akan sangat besar,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J. Supit, Selasa (23/2).

Dia mengatakan, besarnya jumlah usia produktif di Indonesia yang akan terus meningkat sepanjang masa bonus demografi, Kadin akan terus mendorong seluruh elemen dunia usaha untuk melakukan upaya penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya. 

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan, UMKM mempunyai potensi yang sangat penting di mana penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut sangat besar. UMKM diharapkan mampu memanfaatkan program vokasi guna peningkatan daya saing industri UMKM. 

Berita Terkait : Ingin Program Vaksinasi Dikebut, Ganjar: Jangan Lupa Validasi Data Penerima!

Dalam konteks inilah, program vokasi akan menjamin UMKM untuk mempunyai akses terhadap SDM unggul yang menjadi kunci daya saing UMKM.

Belajar dari pengalaman yang ada, lanjut Rosan,  untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal perlu dibangun sistim pendidikan dan pelatihan yang didalamnya sudah harus mengantisipasi perkembangan teknologi dan transformasi ke depan.

“Ada beberapa model pendidikan dan pelatihan vokasi yang bisa diterapkan. Dan, melihat kebutuhan yang ada saat ini, Kadin Indonesia mengusulkan untuk memprioritaskan skema vokasi dengan model ganda yang mengedepankan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan atau pelatihan,” kata Rosan.

Menurutnya, sistem pendidikan dan pelatihan vokasi harus dibangun dengan memperhatikan seluruh elemen yang ada. Keterlibatan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di dalamnya pun menjadi hal yang penting, oleh karena itu sektor swasta perlu untuk mempersiapkan diri sehingga mampu menjadi mitra pemerintah dalam hal pengembangan SDM Indonesia.

Berita Terkait : Dosen Mercu Buana Dorong Organisasi Kepemudaan Lahirkan Enterpreneur

“Keterlibatan industri dalam pengembangan SDM akan mempercepat penyiapan SDM yang unggul dan juga mengurangi mis-match yang selama ini terjadi,” ujarnya.

Untuk mempersiapkan DUDI itulah, terang Rosan, atas inisiatif dari pelaku usaha di Indonesia, dalam hal ini Kadin Indonesia yang didukung oleh IHK Trier (Kadin Trier-Jerman), menerbitkan Buku Panduan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi di dalam perusahaan berdasarkan pengalaman khususnya di Jerman dan negara lainnya yang telah sukses menjalankan vokasi. 

Pola yang diadopsi dalam buku panduan tersebut bahkan diterapkan di negara-negara lain seperti Malaysia, dan Singapura dikarenakan mampu menjamin daya saing global dan masa depan generasi muda.

Pada kegiatan peluncuran buku panduan, yang diselenggarakan secara daring hari ini oleh Rosan, disampaikan bahwa konten di dalam buku ini menjelaskan persyaratan minimal untuk menjamin kesuksesan vokasi. 

Berita Terkait : Kemenkeu Klaim Program PEN Selamatkan 5 juta Orang Miskin

Persyaratan tersebut di antaranya kurikulum pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada transfromasi industri, kemitraan antara sektor pendidikan dengan sektor swasta, pelatih di industri dan guru sekolah yang berkualitas, penjaminan mutu, dan standarisasi yang diakui secara nasional dan internasional. 

“Hal ini menjadi penting untuk disadari bahwa kalau kita mau mendapat SDM yang handal harus dengan persiapan matang dan terencana,” tukas Rosan. [DIT]