Dark/Light Mode

Perangi Pencucian Uang, BI Gandeng Bank Thailand

Kamis, 4 April 2019 13:26 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Ist)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) menggandeng Bank of Thailand (BoT) dalam penguatan kerja sama di bidang Sistem Pembayaran dan Inovasi Keuangan serta Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Thailand Veerathai Santiprabhob di tengah rangkaian pertemuan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN (ASEAN Central Bank Governors Meeting/ACGM) di Chiang Rai, Thailand, Kamis (4/4).

Baca juga : Samin Tan Penuhi Panggilan KPK

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, kesepakatan ini wujud upaya bank sentral dalam mendukung Pemerintah Indonesia untuk menjadi anggota Financial Action Task Force on Money Laundering (FATF). Kerja sama ini juga menunjukkan komitmen BI untuk memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme serta memenuhi rekomendasi dan panduan FATF.

Kerja sama ini menambah jumlah kerja sama di bidang APU PPT yang sudah dilakukan juga dengan Banko Sentral Ng Pilipinas (2018) dan Bank Negara Malaysia (2013). “MoU dilakukan dalam rangka memperkuat implementasi kebijakan bank sentral dan menjawab berbagai tantangan yang semakin kompleks dalam kegiatan sistem pembayaran di kedua negara,” ujar Perry.

Baca juga : Lelang Jabatan Tergantung Bayaran

Selain di bidang APU PPT, menurut Perry, Indonesia dan Thailand juga menekankan perlunya sinergi dalam pengembangan sistem pembayaran dan mendorong inovasi keuangan.

Terdapat 3 (tiga) tujuan MoU ini. Pertama, memperkuat kerja sama di area sistem pembayaran dalam rangka mendukung tersedianya sistem pembayaran yang aman, cepat, efisien, dan handal. Kedua, mendorong inovasi keuangan.

Baca juga : Soal Pencabutan Larangan Terbang Boeing 737 Max 8, Kemenhub Tunggu FAA

Dan ketiga, kata Perry, memperkuat implementasi kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT). Nota Kesepahaman ini merupakan landasan pelaksanaan berbagai kerja sama BI – BoT saat ini dan ke depan yang diimplementasikan melalui beberapa bentuk kegiatan. Yaitu dialog kebijakan, pertukaran informasi, kolaborasi inovasi, dan pengembangan kapasitas. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.