Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasihan, Rupiah Masih Tak Berkutik Lawan Dolar

Kamis, 25 Maret 2021 10:08 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pergerakan rupiah masih menunjukkan pelemahan. Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07 persen ke level Rp 14.435 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.425 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di Asia menurun terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,17 persen, dolar Singapura turun 0,04 persen, dolar Taiwan minus 0,06 persen, dan won Korea Selatan turun 0,14, persen.

Indeks dolar AS terpantau menguat atau 0,11 persen ke level 92,632. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro mengalami pelemahan 0,39 persen ke level Rp 17.061, terhadap dolar Australia minus 0,79 persen ke level Rp 10.994 dan terhadap yuan China melemah 0,27 persen ke level Rp 2.211.

Berita Terkait : Masih Lemes Juga, Rupiah Butuh Jamu Kuat

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, sejumlah faktor eksternal membuat rupiah melemah terhadap dolar AS. Dolar AS sebagai safe haven mendekati level tertinggi selama empat bulan terakhir karena kekhawatiran atas gelombang Covid-19 ketiga di Eropa. 

“Selain itu, potensi kenaikan pajak AS dan meningkatnya ketegangan antara Barat dan China yang melemahkan selera risiko,” jelasnya dalam riset, Kamis (25/3).

Ibrahim bilang, kekhawatiran atas laju pemulihan pandemi juga meningkat setelah badan kesehatan AS mengatakan, vaksin AstraZeneca Plc mungkin menyertakan informasi yang sudah ketinggalan zaman dalam datanya.

Berita Terkait : Sulit Tak Mengakui Kasus Video Syur

Dari sisi internal, Bank Indonesia (BI) sudah cukup baik dalam menjaga kondisi ini, terlihat pelemahan mata uang rupiah tidak menimbulkan kepanikan, ini dikarenakan sudah tidak ada lagi amunisi bank sentral untuk menahan rupiah agar tidak melemah. 

Menurutnya, ada beberapa pilihan buat bank Indonesia untuk menstabikan mata uang rupiah yaitu menaikkan suku bunga, melepaskan rupiah atau mengontrol modal. 

Selain itu, guna menopang pertumbuhan ekonomi kembali berjalan perlu ada keberanian untuk membuka PPKM Mikro terutama di Jawa-Bali berdasarkan wilayah yang sudah mengalami penurunan dalam Covid-19. 

Berita Terkait : Demo Konvoi Kendaraan, Jurus Baru Lawan Kudeta Myanmar

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp 14.400-Rp 14.470," tandasnya. [DWI]