Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mendesak agar tindakan kekerasan di Myanmar, dihentikan. Ia juga minta Sultan Brunei Darussalam selaku Ketua ASEAN segera menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk membahas persoalan ini.
Mula-mula, Jokowi atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan duka cita dan simpati yang dalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar.
Baca juga : PP Aisyiyah Ajak Masyarakat Perhatikan Kecukupan Gizi Milenial
"Indonesia mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan. Sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan," kata Presiden Jokowi, Jumat di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (19/3).
Menurut Jokowi, keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus diutamakan. Karena itu, ia mendesak agar segera dilakukan dialog dan rekonsiliasi untuk memulihkan demokrasi, perdamaian dan stabilitas di Myanmar.
Baca juga : Jokowi Ingin Pastikan Vaksinasi Lancar Jaya
"Saya akan segera melakukan pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN agar segera dimungkinkannya diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi ASEAN yang membahas krisis di Myanmar," tandasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya