Dark/Light Mode

Cegah Karhutla, Semua Pihak Harus Sinergi

Jumat, 26 Maret 2021 20:16 WIB
Paktisi Rimbawan Soewarso pada Diskusi Pojok Iklim yang bertajuk Mari Kita Cegah Karhutla. (Foto: ist)
Paktisi Rimbawan Soewarso pada Diskusi Pojok Iklim yang bertajuk Mari Kita Cegah Karhutla. (Foto: ist)

 Sebelumnya 
Kolaborasi Dan Pelibatan Masyarakat 

Pelibatan masyarakat untuk membuka lahan tanpa bakar menjadi kunci penting pencegahan Karhutla, sehingga penerapan pola agrifarming yang ramah lingkungan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, menjadi kebutuhan.

Baca juga : NU Harapkan Semua Orang Mau Divaksin

Paktisi Rimbawan Soewarso menyatakan, kerjasama yang kolaboratif antara semua pemangku kepentingan menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan Karhutla. Pasalnya, masyarakat tidak akan membakar lahan kalau kesejahteraannya meningkat.

Soewarso bicara Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diinisiasi oleh APP Sinar Mas, sebagai salah satu program kolaboratif dalam pencegahan Karhutla. Saat ini, kata Soewarso, program DMPA sudah menghasilkan lebih dari 100 petani sebagai champion dengan berbagai komoditinya.

Baca juga : Perpanjangan Dan Perluasan PPKM Mikro Harus Direspons Positif

Seperti Daniel Petani Sanggau yang menerapkan PLTB dan Zovita dari BUMDES yang aktif mempromosikan pentingnya pencegahan karhutla. "Peningkatan penghasilan mereka dari praktik PLTB akan menjadi contoh nyata yang bisa menggerakkan masyarakat lain,” jelas Soewarso.

Soewarso mengingatkan, semua inisiatif yang dilakukan tanpa kolaborasi dan semangat gotong royong, tidak akan maksimal hasilnya. "Maka, sinergi dengan TNI, POLRI, Manggala Agni, KPHP, Masyarakat Peduli Api, Pemerintah Desa, RPK dan TRC sangat dibutuhkan guna keberhasilan pencegahan Karhutla,” imbuh Soewarso.

Baca juga : Terima Kasih Untuk Semua Perawat, Kalian Luar Biasa...

Kapolda Jambi, Irjen Pol. A Rachmad Wibowo menegaskan, pihaknya akan selalu mendukung upaya kolaboratif dan sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk pencegahan Karhutla. “Kami memonitor berbagai upaya pencegahan Karhutla secara intensif, terutama di daerah gambut yang rawan kebakaran. Pemantauan yang dilakukan termasuk pada kanal-kanal air yang ada," kata Rachmad. 

Saat ini, kata Rachmad, dampaknya sudah mulai terlihat dari vegetasi yang tumbuh dan satwa yang mulai berdatangan. "Saya yakin, kalau upaya ini dilakukan berkelanjutan, maka akan menekan laju Karhutla,” imbuh Rachmad. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.