Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Kolaborasi Dan Pelibatan Masyarakat
Pelibatan masyarakat untuk membuka lahan tanpa bakar menjadi kunci penting pencegahan Karhutla, sehingga penerapan pola agrifarming yang ramah lingkungan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, menjadi kebutuhan.
Baca juga : NU Harapkan Semua Orang Mau Divaksin
Paktisi Rimbawan Soewarso menyatakan, kerjasama yang kolaboratif antara semua pemangku kepentingan menjadi faktor penentu keberhasilan pencegahan Karhutla. Pasalnya, masyarakat tidak akan membakar lahan kalau kesejahteraannya meningkat.
Soewarso bicara Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang diinisiasi oleh APP Sinar Mas, sebagai salah satu program kolaboratif dalam pencegahan Karhutla. Saat ini, kata Soewarso, program DMPA sudah menghasilkan lebih dari 100 petani sebagai champion dengan berbagai komoditinya.
Baca juga : Perpanjangan Dan Perluasan PPKM Mikro Harus Direspons Positif
Seperti Daniel Petani Sanggau yang menerapkan PLTB dan Zovita dari BUMDES yang aktif mempromosikan pentingnya pencegahan karhutla. "Peningkatan penghasilan mereka dari praktik PLTB akan menjadi contoh nyata yang bisa menggerakkan masyarakat lain,” jelas Soewarso.
Soewarso mengingatkan, semua inisiatif yang dilakukan tanpa kolaborasi dan semangat gotong royong, tidak akan maksimal hasilnya. "Maka, sinergi dengan TNI, POLRI, Manggala Agni, KPHP, Masyarakat Peduli Api, Pemerintah Desa, RPK dan TRC sangat dibutuhkan guna keberhasilan pencegahan Karhutla,” imbuh Soewarso.
Baca juga : Terima Kasih Untuk Semua Perawat, Kalian Luar Biasa...
Kapolda Jambi, Irjen Pol. A Rachmad Wibowo menegaskan, pihaknya akan selalu mendukung upaya kolaboratif dan sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk pencegahan Karhutla. “Kami memonitor berbagai upaya pencegahan Karhutla secara intensif, terutama di daerah gambut yang rawan kebakaran. Pemantauan yang dilakukan termasuk pada kanal-kanal air yang ada," kata Rachmad.
Saat ini, kata Rachmad, dampaknya sudah mulai terlihat dari vegetasi yang tumbuh dan satwa yang mulai berdatangan. "Saya yakin, kalau upaya ini dilakukan berkelanjutan, maka akan menekan laju Karhutla,” imbuh Rachmad. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya