Dark/Light Mode

Rugi Sepanjang Tahun

Waskita Karya Punya Jurus Jitu Raup Untung

Jumat, 26 Maret 2021 21:35 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mengalami penurunan pendapatan sepanjang tahun lalu. Sehingga turut menyebabkan pada kerugian bersih yang cukup signifikan, yakni senilai Rp 7,38 triliun. Padahal di 2019, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Karya ini mencetak laba bersih senilai Rp 938,14 miliar.

President Director Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan, hal tersebut diakibatkan adanya perlambatan aktifitas operasional proyek selama pandemi, beban overhead dari proyek dan pabrik yang terus berjalan. Serta tertundanya divestasi aset jalan tol ke tahun ini. Sehingga mengakibatkan beban bunga investasi jalan tol masih sangat tinggi.

Baca juga : Manjain Pelanggan, TIKI Tambah Fasilitas Drive Thru Di TB Simatupang

Selain itu, adanya penundaan pembayaran beberapa proyek besar dan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 – 73 secara penuh, juga menjadi faktor penurunan kinerja keuangan Waskita.

Berdasarkan laporan perseroan, emiten dengan kode saham WSKT ini membukukan pendapatan senilai Rp 16,19 triliun di 2020. Realisasi itu anjlok 48,37 persen dibanding pendapatan usaha pada 2019 senilai Rp 31,38 triliun. 

Baca juga : Bintang NBA Dan WNBA Latih Putra Putri Indonesia Secara Virtual

"Sementara, beban pokok pendapatan pada 2020 mencapai Rp 18,17 triliun, masih lebih rendah dibanding 2019 sebesar Rp 25,78 triliun," jelas Destiawan dalam keterangan resminya, Jumat (26/3).

Meski demikian, perseroan mampu mempertahankan arus kas positif dari aktifitas operasi sebesar Rp 627 miliar. Menurutnya, hal ini didorong oleh penerimaan pembayaran dari proyek yang dikerjakan dengan skema progress payment, serta pembayaran proyek turnkey seperti proyek tol Jakarta – Cikampek Elevated II senilai Rp 6 triliun pada awal 2020.

Baca juga : Waskita Toll Road Kantongi Duit Rp 1,5 T

Saat ini, pihaknya akan fokus pada pemulihan kinerja pasca pandemi. Beberapa upaya dan strategi sudah disiapkan untuk memastikan turn around kinerja operasional dan keuangan perusahaan kembali membaik. 

"Strategi utama yang akan diterapkan antara lain transformasi bisnis, restrukturisasi keuangan, serta divestasi saham jalan tol," tuturnya. [DWI]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.