Dark/Light Mode

Peluangnya Menjanjikan, HIPMI Jembatani Pengusaha Jadi Juragan SPBU BP

Jumat, 9 April 2021 00:54 WIB
SPBU BP AKR (Foto: Istimewa)
SPBU BP AKR (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pandemi Covid-19 tak bikin bisnis retail Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sepi. Justru, British Petroleum (BP) semakin ngegas bikin SPBU di Indonesia. Targetnya, 350 SPBU hingga 2030. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) lalu membedah peluangnya, sekaligus menjembatani pengusaha untuk jadi juragan SPBU BP dalam zoominar, Kamis (8/4).

Salah satu pembicara, yakni Head of Undergraduate Program in PPM School of Management Aprihatiningrum Hidayati mengatakan, bisnis SPBU masih gurih di tengah pandemi. Sebab, dalam sebuah riset disebutkan ada kecenderungan minat masyarakat menggunakan transportasi umum menurun.

"Pemanfaatan mobil pribadi meningkat ketika pandemi," kata Apri. Kondisi itu otomatis membuat kebutuhan akan bahan bakar meningkat.

Baca Juga : Bamsoet Dorong Pembangunan Museum Mobil Klasik

Selain peluangnya masih menjanjikan, Ketua Kompartemen Industri Gas Bumi dan Perminyakan Bidang 3 BPP HIPMI Ainun Rochani menilai, usaha bikin SPBU lebih dari sekedar bisnis. Tapi juga bisa ikut berperan menjaga ketahanan energi sebuah negara. Namun, sejauh ini masih banyak daerah yang belum bisa diakses SPBU. "Antara lain karena kendala infrastruktur," sebutnya. 

Infrastruktur yang kurang memadai, sambung Ainun, menyulitkan proses distribusi bahan bakar. Seperti, akses jalan atau jembatan yang tidak bisa dilewati oleh mobil tangki minyak dengan bobot berat tertentu.

Nah, ngebetnya BP yakni perusahaan minyak yang berbasis di London itu untuk ekspansi di Indonesia diungkap Head of Network Planning & Acquisition BP AKR Benny Oktaviano. Menurutnya, market di Indonesia cukup besar. Bahkan untuk ukuran Jabodetabek saja, masih lebih besar dari Malaysia, Filiphina, dan Thailand.

Baca Juga : Pertama Di Dunia, Indonesia-Ethiopia Student Correspondence Program (IESCOP) 2021

Karena itu, perusahaan punya target untuk bikin 350 SPBU hingga tahun 2030. Untuk tahun ini saja, ada 35 SPBU yang akan berdiri di beberapa daerah di Indonesia. 

SPBU ini, selain dibangun 100 persen oleh BP, juga ada yang melalui skema kemitraan. "Kita sudah ada beberapa yang jalan dengan mitra kita di Jawa Timur, di Jakarta juga," sebut Benny.

Menariknya, tidak seperti bisnis waralaba lainnya, BP tidak membebani mitranya biaya gabung, atau Joining Fee. Termasuk tidak pula memungut biaya tahunan atau annual fee. Modal utama yang harus disiapkan calon juragan SPBU BP adalah lahan. Jika punya lahan di lokasi yang dianggap layak untuk dibangun SPBU, ia mempersilahkan calon mitra untuk mengajukan ke pihaknya. 

Baca Juga : Antisipasi Pemudik Nekat, Polda Metro Jaya Siapkan 8 Titik Penyekatan

"Nanti kita beri perencanaan, kita akan bantu feasibility study, kita akan berikan rekomendasi," sambungnya. Benny melanjutkan, ukuran lahan tidak harus besar, sebagaimana SPBU reguler. Karena pihaknya juga punya konsep kemitraan SPBU Compact hingga SPBU Mikro di lahan terbatas, dengan konsep SPBU kontainer. [SAR]