Dark/Light Mode

Awal Pekan Rupiah Udah Babak Belur Aja

Senin, 12 April 2021 09:55 WIB
Dolar AS dan Rupiah. (Foto: ist)
Dolar AS dan Rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Awal pekan, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp 14.575 per dolar AS. Rupiah melemah 0,07 persen berada dibandingkan perdagangan Jumat (9/4) sore di level Rp 14.565.

Tak hanya mata uang Garuda, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Bath Thailand terpantau melemah 0,47 persen, won Korea Selatan turun 0,21 persen, rupee India minus 0,19 persen, dolar Singapura melemah 0,12 persen, yuan China turun 0,08 persen, ringgit Malaysia 0,07 persen.

Indeks dolar AS naik 0,11 persen menuju 92,263. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,01 persen ke level Rp 17.290, terhadap poundsterling Inggris menguat 0,02 persen ke level Rp 19.916, dan terhadap dolar Australia juga melonjak 0,12 persen ke level Rp 11.053.

Berita Terkait : Kasihan, Rupiah Loyo Sendirian Lawan Dolar AS

Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, reboundnya yield obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun, berpotensi memberikan tekanan nilai tukar rupiah hari ini. 

Saat ini yield Treasury AS kini berada di sekitar 1,66 persen. Sebelumnya di awal hari Jumat, yield berada di kisaran 1,62 persen.

“Yield naik karena data indikator inflasi AS menunjukkan kenaikan melebihi proyeksi,” ujarnya dalam riset, Senin (12/4). 

Berita Terkait : Ramalan IMF Bikin Rupiah Nyungsep Lagi

Data indeks harga produsen AS bulan Maret Jumat malam pekan lalu dirilis naik 1 persen vs proyeksi 0,5 persen. Menurutnya, kenaikan yield ini sebagai antisipasi kenaikan inflasi AS.

“Yield AS yang kembali meninggi ini akan memberikan tekanan ke nilai tukar rupiah karena dolar AS menjadi lebih menarik,” imbuhnya. 

Untuk itu ia memprediksi pergerakan rupiah terhadap dolar hari ini berpotensi bergerak menuju area Rp 14.600, dengan potensi support di kisaran Rp 14.530 per dolar AS. [DWI]