Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
"Meskipun ada kenaikan pada kuartal II, saya perkirakan tidak akan cukup besar. Hanya di kisaran 0,5 persen sampai dengan 1,5 persen. Kecuali jika konsumsi kelompok menengah atas benar-benar bisa ditingkatkan seiring meredanya pandemi," terangnya saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Piter mengatakan, untuk mencapai 7 persen, berarti perekonomian sudah normal. Itu bisa terjadi jika pandemi berakhir di April. Tapi faktanya, pandemi belum selesai. Sehingga, untuk mencapai kenaikan hingga 7 persen akan sangat sulit.
Baca juga : Tiap Ratas, Presiden Jokowi Selalu Ingatkan Menterinya Jangan Korupsi
Soal pertumbuhan di kuartal berikutnya, Piter tidak sependapat dengan Jokowi. Kata dia, ketika pertumbuhan di kuartal II tidak tercapai, masih bisa dikejar di kuartal III dan IV. "Pertumbuhan 7 persen lebih memungkinkan terjadi pada kuartal III dan IV. Dengan syarat, pandemi benar-benar mereda atau bahkan berakhir. Sehingga kepercayaan diri masyarakat untuk kembali konsumsi benar-benar terjadi," paparnya.
Anggota Komisi XI DPR Hendrawan Supratikno memiliki pandangan sama dengan Piter. Menurutnya, angka 7 persen tidak realistis di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), penerapan protokol kesehatan yang ketat, dan larangan mudik.
Baca juga : Merenungi Pesan Ramadan Presiden AS Joe Biden
Proyeksinya, ekonomi di kuartal II hanya tumbuh 2-4 persen. Kemudian di kuartal III naik sekitar 3-5 persen. Sedangkan di kuartal IV tumbuh 4-6 persen.
Untuk mencapai pertumbuhan itu, kader senior PDIP ini menyarankan pemerintah terus menggenjot konsumsi. Daya beli perlu disuntik. Instrumennya, dari memaksimalkan program bantuan sosial dan jaring pengaman sosial. Selain juga birokrasi harus lebih efisien, termasuk dalam perizinan usaha dan pelayanan publik.
Baca juga : Komisi IX DPR Sejalan Dengan Presiden, Tolak Nasionalisme Vaksin
"Pemerintah juga bisa memaksimalkan sektor pertanian, dalam arti luas. Seperti misalnya perikanan, perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, dan kehutanan. Sektor-sektor itu juga harus all out digenjot," sarannya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya