Dark/Light Mode

Indef: Pemerintah Harus Tindak Tegas Penimbun Gula

Rabu, 5 Mei 2021 13:16 WIB
Gudang PT KTM berisi gula. (Foto: Kominfo Pemprov Jatim)
Gudang PT KTM berisi gula. (Foto: Kominfo Pemprov Jatim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) meminta pemerintah harus bertindak tegas terhadap perusahaan yang nakal menimbun gula. Terlebih penimbunan ini terjadi saat kebutuhan gula meningkat pada Ramadan menjelang Lebaran. 

Ekonom Indef Bhima Yudhistira mengatakan, aksi dugaan penimbunan ini merupakan kejahatan kemanusiaan karena menimbun gula untuk mencari rente keuntungan maksimal di tengah daya beli yang sedang lemah.  

Baca juga : MPR Dukung Pemerintah Bentuk Roadmap IHT Berkeadilan

"Solusi bukan sekedar penindakan tapi juga pencegahan. Misalnya dalam pemberian izin impor gula harus dicek dulu apakah stok gula di dalam negeri memang terbatas," ujarnya.

Selain itu, lanjut Bhima, pemerintah juga bisa memaksa importir, produsen maupun distributor gula untuk memberikan data akurat terkait produksi dan stok gula yang dimiliki. Hal ini dinilai penting agar stok gula ada saat dibutuhkan dan tidak berlebihan sehingga merugikan petani tebu lokal. 

Baca juga : Perketat Pengawasan, Tindak Tegas Pelakunya

"Kemudian juga transparansi terkait stok yang dimiliki oleh gudang dan importir. Selama ini masalahnya adalah pendataan yang lemah sehingga bisa dimanfaatkan oleh rente impor gula," ungkapnya.

Sebelumnya, terungkap fakta perbuatan tak terpuji  PT Kebun Tebu Mas (KTM) Lamongan. Gara-gara ngarep dapat izin impor raw sugar, PT KTM diduga menimbun ribuan ton gula di pabriknya. 

Baca juga : Ini Prosedur Baru Kedatangan Penumpang LN Di Bandara Soetta

Dengan ditimbunnya gula-gula tersebut, akan membuat gula kabar kelangkaan gula di Jawa Timur. Dengan adanya isu tersebut PT KTM berharap bisa kantongi izin impor. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.