Dark/Light Mode

Banyak Vitamin, Rupiah Makin Perkasa

Selasa, 25 Mei 2021 10:37 WIB
Dolar dan rupiah. (Foto: ist)
Dolar dan rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat ke level Rp 14.325 per dolar AS. Rupiah menguat  0,21 persen dibandingkan perdagangan Senin (24/5) sore di level Rp 14.355 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,03 persen, dolar Taiwan naik 0,16 persen, dan won Korea Selatan melonjak 0,33 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19 persen menjadi 89,843.

Berita Terkait : Awal Pekan, Rupiah Dibuka Menguat Tipis

Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah berpotensi menguat hari ini di kisaran Rp 14.300 seiring dengan positifnya sentimen pasar terhadap aset berisiko. 

“Tapi rupiah juga berpotensi resisten di kisaran Rp 14.380 per dolar AS,” ucap Ariston di Jakarta, Selasa (25/5).

Menurut Ariston, perbaikan sentimen terhadap rupiah dan mata uang Asia terlihat dari penurunan indeks saham AS semalam. Sementara pagi ini indeks saham Asia seperti Nikkei dan Kospi juga terlihat menguat.

Berita Terkait : Tax Amnesty Jilid II Bikin Rupiah Perkasa

“Meredanya kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi di AS juga bisa mendukung penguatan rupiah,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut mendorong pelemahan indeks dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

"Yield terlihat mencoba turun ke bawah 1,60 persen dari sebelumnya di kisaran 1,62 persen. Dan indeks dolar AS masih bergerak di kisaran bawah pekan lalu di sekitar 89,7," tuturnya.

Berita Terkait : Masih Nyungsep, Belum Ada Tanda-tanda Rupiah Siuman

Sedangkan sentimen dalam negeri, pasar menunggu hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI yang kemungkinan tidak mengubah kebijakan suku bunganya. Hal ini kata Ariston, bisa mendukung penguatan nilai tukar rupiah. [DWI]