Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Berpotensi Jadi Pasar Kosmetik Terbesar Kelima Di Dunia
Kamis, 3 Juni 2021 21:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Industri kosmetik di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Dengan jumlah populasi wanita lebih dari 150 juta jiwa, Indonesia diperkirakan akan menjadi pasar kosmetik terbesar ke-5 di dunia dalam 10-15 tahun mendatang.
Untuk memaksmialkan potensi tersebut, pemerintah mendorong program substitusi impor 35 persen di industri kosmetik pada 2022 mendatang.
Analis Fungsional Muda Kebijakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Fitria Rahmawati memprediksi Indonesia akan menjadi pasar kosmetik terbesar ke-5 di dunia karena penduduk Indonesia semakin sadar akan penampilan, make up dan perawatan diri menjadi gaya hidup.
"Meskipun mengalami perlambatan ekonomi, namun tren berbelanja kosmetik dan personal care di Indonesia terus meningkat," katanya dalam webinar bertajuk Strategi Memperkuat Penetrasi Produk Kosmetik Lokal di Pasar Domestik: Pentingnya Pengendalian Impor Kosmetik yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Nasional bekerjasama ITBI Ahmad Dahlan Jakarta dan Public Trust Indonesia, Kamis (3/6).
Baca juga : Wapres Bidik RI Jadi Produsen Produk Halal Terbesar Dunia
Besarnya warga yang semakin sadar akan penampilan itu, kata Fitri, menjadikan Indonesia diperebutkan oleh industri kosmetik global. Ia mengungkapkan, data nilai impor industri kosmetik yang terus meningkat dari 583,3 juta dolar AS pada 2016 menjadi 850,16 juta dolar AS 2018, dan sedikit turun menjadi 803,58 juta dolar AS di 2019.
Sementara nilai ekspor produk kosmetik lokal hanya 470,3 juta dolar AS pada 2016, naik jadi 556,31 juta dolar AS di 2018, dan turun sedikit menjadi 506,56 juta dolar AS. Padahal, lanjut Fitri, ada sekitar 749 perusahaan industri kosmetik di Indonesia yang menyerap 75 ribu tenaga kerja secara langsung dan 600 ribu tidak langsung, 95 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah.
Terkait membludaknya produk komestik impor, Fitri menjelaskan, pemerintah akan fokus pada pengelolaan impor bahan baku/penolong dan pengetatan impor barang jadi. Menurutnya, pengelolaan impor bahan baku/penolong untuk memastikan produksi barang jadi/turunan tidak mengalami hambatan.
"Untuk itu pemerintah melakukan langkah strategis berupa program substitusi impor sebesar 35 persen, peningkatan utilisasi produksi, dan mendorong investasi baru di sektor industri kosmetik," jelasnya.
Baca juga : Indonesia Vs Thailand, Fokus Jadi Kunci Kemenangan
Direktur Pengawasan Badan POM Arustiyono menambahkan, memilih kosmetik juga harus berhati-hati. Ia mengungkapkan, selama tahun 2018 Badan POM menemukan kosmetik ilegal atau yang mengandung bahan dilarang dan bahan berbahaya senilai Rp 128 miliar.
Pada tahun berikutnya jumlah ini meningkat menjadi Rp 185,8 miliar berkat adanya intensifikasi pengawasan dan penindakan (termasuk online). Sementara saat pandemi Covid 19 di tahun 2020, jumlahnya menjadi Rp69 miliar.
"Jadi pas nilai impor turun temuan bahan kosmetik ilegal juga turun," ungkapnya.
Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi (PPA) Kosmetika Indonesia, Solihin Sofian menjelaskan, meskipun digempur oleh produk impor, industri kosmetik lokal tetap tumbuh. Solihin menegaskan, hal ini dibuktikan dari pertumbuhan industri kosmetik pada tahun 2017 tumbuh 6,35 persen.
Baca juga : KT&G Indonesia Gelar Kompetisi Desain Bagi Profesional dan Pelajar
Semula 153 perusahaan meningkat menjadi 760 perusahaan. Sementara, ekspor mencapai 519,99 juta dolar AS dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 470,3 juta dolar AS.
"Tahun 2018, industri kosmetik tumbuh 7,36 persen, tahun 2019 tumbuh 9 persen dan ekspor mencapai 600 juta dolar AS, dan tahun 2020 tumbuh 9,39 persen," ungkapnya.
Namun, kata Solihin, dengan pasar yang sangat besar perlu dilakukan pengetatan impor kosmetik jadi. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya