Dark/Light Mode

Pertumbuhan Ekonomi Diramal Cuma 5 Persen

Konsumsi Rumah Tangga Belum Terlalu Maksimal

Minggu, 6 Juni 2021 05:23 WIB
Ilustrasi. Pertumbuhan ekonomi.(Foto : Shutterstock)
Ilustrasi. Pertumbuhan ekonomi.(Foto : Shutterstock)

 Sebelumnya 
Sementara, Menteri Perindus­trian (Menperin) Agus Gumi­wang Kartasasmita mengatakan, terjadinya peningkatan PMI manufaktur Indonesia ini me­nandakan bahwa sektor industri sudah mulai bangkit, yang akan mendorong laju roda ekonomi nasional dalam kondisi pulih.

“Tidak hanya kembali me­mecahkan rekor, kami optimistis kenaikan PMI manufaktur In­donesia ini juga menunjukkan pertumbuhan industri pada kuar­tal II tahun 2021 akan kembali positif,” ujarnya.

Baca juga : Pemulihan Ekonomi Dikebut, Transparansi Suku Bunga Kredit Diperkuat

Agus menilai, capaian sektor industri tersebut merupakan buah dari kebijakan yang sudah berada di jalur yang benar (on the right track).

“Pemerintah terus menyelaras­kan instrumen-instrumen ke­bijakan agar dapat mendukung para pelaku industri dalam beru­saha secara optimal,” ujarnya.

Baca juga : Menkeu Kesal Anggaran Daerah Ngendap Di Bank

Selain itu, kebijakan insentif yang telah digulirkan pemer­intah tidak hanya memberikan fasilitas kepada pelaku usaha. Namun juga mampu membentuk permintaan dari masyarakat, sehingga penggunaan produk industri nasional dapat pasar kembali.

Contohnya, pemberian in­sentif fiskal berupa penurunan tarif Pajak Penjualan atas Ba­rang Mewah Ditanggung Pe­merintah (PPnBM DTP), yang telah berhasil meningkatkan penjualan Kendaraan Bermotor Roda Empat (KBM-R4) hingga 150 persen.

Baca juga : Menhub: Pelarangan Mudik Berjalan Baik

Pemerintah, lanjut Agus, juga terus menjaga momentum baik ini agar PMI Manufaktur Indo­nesia tetap di atas level 50, yang menunjukkan bahwa industri manufaktur sedang ekspansif.

“Karena itu, kami akan terus menyelaraskan dan memperkuat kebijakan, terutama terkait masalah lama waktu pengiriman bahan baku dan penolong indus­tri sebagaimana yang diindikasi oleh IHS Markit,” pungkas Agus. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.