Dark/Light Mode

Janji Teruskan Program Mandek Di Solo

Bos OJK Dorong Gibran Genjot Potensi Ekonomi

Senin, 7 Juni 2021 06:05 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kanan) bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa).
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kanan) bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso berkomitmen meneruskan program pembangunan yang tertunda di Kota Solo, Jawa Tengah. Langkah ini diharapkan bisa membantu memacu kinerja perekonomian di daerah yang dipimpin putra sulung Presiden Jokowi tersebut.

Wimboh mengatakan, daerah punya peranan penting dalam kontribusi pertumbuhan ekono­mi nasional. Salah satunya di wilayah Solo Raya, yang meli­puti Sragen, Karanganyar, Boyo­lali, Sukoharjo, Wonogiri dan Klaten. Kawasan ini memiliki banyak potensi ekonomi baru, yang bisa dimaksimalkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Berita Terkait : Bos OJK: Potensi Ekonomi Baru Topang Pertumbuhan Solo Raya

“PDB (Produk Domestik Bruto) kita masih negatif alias minus. Beberapa sektor belum menunjukkan kenaikan. Tapi itu bisa dibantu dari spending pemerintah di daerah yang lebih besar,” ucap Wimboh dalam Sarasehan dan Koordinasi Pe­mulihan Ekonomi Solo Raya, yang melibatkan Walikota, Bu­pati dan Akademisi, yang se­cara eksklusif diliput Rakyat Merdeka di kantor OJK Solo, Jumat (4/6).

Mantan Komisaris Bank Mandiri ini menyebut, bebera­pa pembangunan infrastruktur di Solo yang mampu men­dorong pertumbuhan ekonomi signifikan bagi Solo Raya. Di antaranya, pembangunan jalan tol Yogya-Solo, ring road ka­wasan selatan Solo, pembangunan Pasar Jongke, renovasi terminal Tirtonadi dan beberapa proyek lainnya.

Berita Terkait : Bos OJK Minta Solo Genjot Potensi Pertumbuhan Ekonomi

“Ini penting bisa dijadikan momentum oleh Pemda (Pe­merintah Daerah), bagaimana potensi daerah yang dilewati tol itu. OJK bisa bantu menda­tangkan kontraktor dan BUMN Karya, untuk bisa presentasi pengembangan bekerja sama Pemda,” janjinya.

Selain itu, lanjut Wimboh, potensi ekonomi Solo bisa di­dorong dari kegiatan event-event besar yang digelar. Menu­rutnya, saat pandemi, kegiatan tersebut bisa tetap dilakukan. Tapi tetap harus mematuhi pro­tokol kesehatan yang ketat dan didukung vaksinasi.

Berita Terkait : Asbisindo Dorong Bank Syariah Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Wimboh menambahkan, sebe­lum pandemi Covid-19, OJK pu­nya beberapa program kerja sama pembangunan di Solo. Namun, program tertunda akibat Covid-19. Dan kali ini, akan dicoba untuk segera direalisasikan.

“OJK akan mendukung dari sisi pembiayaan, lewat platform pembiayaan Bank Wakaf Mikro (BWM) kepada pelaku ultra mikro, dengan menyediakan modal dana bergulir hingga Rp 8 miliar. Sektor keuangan siap mendukung ini,” tegasnya.
 Selanjutnya