Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Keputusan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang terus memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro dinilai tepat.
Soalnya, kebijakan menjadi solusi yang moderat dalam penanganan Covid-19. Selain mampu menekan kasus penularan Covid-19, kebijakan itu juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Baca juga : Perkuat 3M Dan Jangan Mudik
Airlangga mengungkapkan, kebijakan PPKM Mikro mampu menjaga tingkat kesembuhan Indonesia berada di atas standar global. “Tingkat kesembuhan global itu 85 persen tapi Indonesia 91 persen,” ujarnya dalam Media Gathering Perkembangan Perekonomian Terkini dan kebijakan PC-PEN yang digelar virtual, kemarin.
Selain angka kesembuhan yang di atas global, kasus penularan di Indonesia juga masih ditekan. Kasus aktif di Indonesia sampai Jumat, (23/4) tercatat berada di kisaran 6,2 persen. Sementara standar penularan global 12,75 persen.
Baca juga : Yakinlah, Habis Gelap Pandemi Akan Terbitlah Terang
Jumlah penularan Covid-19 di tengah masyarakat tidak bisa lepas dari kepatuhan mereka dalam menjalankan protokol kesehatan.
Meski begitu, keberhasilan itu diharapkan tidak membuat semua pihak terlena. Soalnya, penularan masih terus terjadi. Jika kepatuhan dan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan kendor, maka bisa memicu lonjakan.
Baca juga : Sudah Deh, Lebaran Di Rumah Aja
Airlangga menambahkan, selain PPKM Mikro, pemerintah terus melanjutkan program vaksinasi untuk mendorong terciptanya kekebalan kelompok alias herd immunity. Vaksinasi di tiap Provinsi akan terus diakselerasi. Politisi Partai Golkar ini membeberkan, untuk vaksinasi dosis ke-2, wilayah Jakarta menjadi daerah dengan persentase realisasi tertinggi, yakni 31, 98 persen.
Sementara daerah dengan persentase realisasi tertinggi penyuntikan vaksin Covid-19 dosis pertama adalah provinsi Bali dengan 94,1 persen dari target vaksinasi tahap 1 dan 2.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya