Dark/Light Mode

Kerek Produktivitas Sektor Perikanan,

Menteri KKP Dorong Pelabuhan Adopsi Teknologi

Selasa, 4 Mei 2021 14:22 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meminta penerapan teknologi untuk menunjang peningkatan layanan di pelabuhan diperkuat, seperti di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, pelabuhan merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan di Indonesia. Sebab itu perlu adanya inovasi-inovasi sehingga layanan terhadap pengguna pelabuhan bisa lebih maksimal.

"Adopsi teknologi itu penting, digitalisasi itu perlu, itu bisa mendukung upaya pengumpulan data perikanan dengan cepat, lebih tertata rapi, terpantau dan akurat," ujar Trenggono dalam keterangannya saat kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap, Senin (3/5).

Berita Terkait : Menteri KKP Ngebet Bangun Pelabuhan Onshore di Pekalongan

KKP menjelaskan manajemen transformasi digital dalam pengelolaan pelabuhan perikanan yang telah diterapkan di PPS Cilacap, salah satunya melalui penggunaan timbangan daring (online). Penggunaan timbangan online ini dikatakan mendukung peningkatan pelayanan publik yang transparan, khususnya pengelolaan sumber daya perikanan subsektor perikanan tangkap.

Pengelolaan pelabuhan berbasis digital yang terintegrasi ini meliputi proses penimbangan, pencatatan hingga pada pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Timbangan online di PPS Cilacap digunakan sejak 2020 dan berfungsi untuk menimbang berat ikan yang didaratkan di pelabuhan dan menyimpan data hasil penimbangan ikan yang selanjutnya bisa terhubung dengan pusat data di KKP yang disebut Satu Data KKP, yang dikelola oleh Pusdatin.

Berita Terkait : Cetak Petani Milenial, Stafsus Wapres Dorong Inovasi Teknologi Pertanian

Data itu terdiri dari nama kapal, pemilik kapal, GT kapal, alat tangkap yang digunakan, serta jumlah nelayan. Pada tahun 2020, jumlah kapal perikanan di PPS Cilacap sebanyak 871 kapal, sedangkan jumlah nelayan sebanyak 7.871 nelayan, serta volume produksi perikanan tercatat sebanyak 19.241,54 ton dengan didominasi oleh ikan cakalang.

Pengembangan yang dilakukan dengan optimalisasi peran UPT (PPS Cilacap) ini diyakini Trenggono akan bisa mendukung pertumbuhan industri perikanan di dalam negeri, baik untuk pasar domestik ataupun ekspor. Selain itu diharapkan juga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan.

Berita Terkait : Bamsoet Ajak Kaum Muda Optimalkan Literasi Teknologi

Sebagai informasi, PPS Cilacap merupakan salah satu dari 6 pelabuhan perikanan klasifikasi samudera yang berada di lingkar luar wilayah Indonesia (Outer Ring Fishing Port) dan merupakan kawasan strategis karena posisinya berada di tengah Pulau Jawa dengan jarak kurang lebih 435 km dari Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan, ekonomi dan jasa. Untuk potensi sumber daya ikan di Cilacap terdapat komoditas yang melimpah diantaranya ikan tuna, cakalang, layur dan udang. Ikan-ikan tersebut semuanya diekspor. [EFI]