Dark/Light Mode

Resmikan Lapangan Merakes, Menteri Arifin Genjot Produksi Gas Nasional

Selasa, 8 Juni 2021 14:19 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif Lapangan Merakes. (Foto: ist)
Menteri ESDM Arifin Tasrif Lapangan Merakes. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meresmikan, proyek pengembangan Lapangan Merakes di Wilayah Kerja (WK) Sepinggan. 

Keberadaan proyek senilai 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18.5 triliun  ini menjadi bukti komitmen Pemerintah dalam meningkatkan produksi gas bumi nasional dipandemi Covid-19. Hal ini juga membuktikan iklim investasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia tetap terjaga.

"Selamat kepada Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan ENI Indonesia atas keberhasilan produksi gas di Lapangan Merakes ini," kata Arifin dalam sambutannya di Floating Processing Unit (FPU) Jangkrik, Kalimantan Timur, Selasa (8/6).

Berita Terkait : Begini Jurus Kemenperin Genjot Ekspor Dan Investasi

Keberadaan Lapangan Merakes, sambung Arifin, yang cukup strategis sekitar 35 kilo meter (KM) Tenggara dari Floating Production Unit (FPU) Jangkrik, memungkinkan ENI dapat memaksimalkan sinergi dan meningkatkan ekonomi lapangan dengan infrastruktur terdekat.

"Produksi dari lapangan ini bisa berkontribusi pada perpanjangan umur operasi kilang LNG Bontang, yang memasok LNG ke pasar domestik maupun ekspor," jelasnya.

Arifin menilai, pemanfaatan gas dari lapangan Merakes dan Jangkrik juga dapat disalurkan melalui pipa gas untuk kebutuhan dalam negeri sebesar 117 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) pada tahun 2022 - 2025.

Berita Terkait : Kementerian PUPR Apresiasi Produksi Tatalogam Lestari

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto melaporkan, proyek pengembangan Lapangan Merakses sebelumnya ditargetkan untuk dapat onstream lebih cepat pada Kuartal III-2020, namun dikarenakan Kondisi Pandemi Covid-19 ternyata harus bergeser dan mencapai First Gas pada 27 April 2021 yang lalu.

"Onstream lapangan merakes di tengah masa Pandemi Covid-19 merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa," tegasnya.

Proyek Merakes ini, sambung Dwi, merupakan implementasi dari strategi percepatan dari reserves menjadi produksi sekaligus menjadi bukti masih kondusifnya iklim investasi hulu migas di Tanah Air. "Kita tahu tingkat keekonomian bagi KKKS di masa pandemi, tapi ini (Lapangan Marakes) menjadi bukti Indonesia sangat layak dari segi keekonomian, sumber daya manusia, teknologi dalam mengembangkan proyek laut dalam," tegas Dwi.

Baca Juga : Bamsoet Ajak BEM FH Trisakti Ikut Bela Negara

Pemerintah sendiri berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan cadangan, produksi migas dan optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik yang saat ini tercatat sebesar 63,9 persen. Gas bumi ditargetkan akan memberi kontribusi sebesar 22 persen pada bauran energi nasional di tahun 2025, dimana realisasi pada tahun 2020 mencapai 19,36 persen. 

"Tahun 2020 cadangan gas bumi sebesar 62,4 Triliun Standard Cubic Feet /TSCF, dengan umur cadangan masing-masing sekitar 9 tahun dan 18 tahun jika tidak ada penemuan cadangan baru," ujar Arifin.

Menurutnya, beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pencapaian target tersebut adalah penurunan produksi migas yang disebabkan oleh lapangan migas sudah tua, tidak ada temuan cadangan besar baru, dan minimnya eksplorasi yang berdampak pada temuan cadangan. "Semoga akan muncul ide, gagasan, serta pemikiran baru untuk mendukung pengembangan gas bumi secara keseluruhan," ungkapnya. [DIT]