Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Politik itu barang panas. Begitu pun hawanya. Sudah nature-nya manusia memiliki syahwat politik untuk berkuasa. Skalanya saja yang berbeda. Dengan ungkapan lain, berpolitik itu bawaan lahirnya manusia.
Baca juga : Utang Yang Makin Menumpuk
Pada perkembangannya, ada yang memutuskan untuk menekan kehendak politiknya, namun tidak sedikit yang melesakkan bawaannya itu lepas kendali. Apa saja di-politisasi-nya. Ia benar-benar terjangkit penyakit politicking. Sesuatu yang sederhana tapi disikapinya, ditafsirinya secara politis.
Baca juga : Lockdown, Mungkinkah?
Dunia politik juga diisi oleh orang-orang yang punya kebiasaan memanas-manasi. Kenyataan ini yang telah mendorong orang-orang adem jadi punya nafsu politik. Inilah model politisi kompor. Seringkali huru-hara politik terjadi karena provokasi para kompor poltik ini.
Baca juga : Gercep Basmi Terorisme Papua
Mereka dengan kemampuan orasinya membakar emosi publik. Mereka dengan kemampuan menulisnya bisa menyulut emosi pembaca. Dalam konotasi positif posisi seperti ini bisa menginspirasi sebuah gerakan aksi sosial yang bisa menggulingkan kekuasaan politik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.