Dark/Light Mode

Kebijakan Larangan Mudik Berakhir

Penumpang Pesawat Mulai Merangkak Naik

Kamis, 3 Juni 2021 05:27 WIB
Ilustrasi. Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi. Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasca larangan mudik Lebaran berakhir, operator bandara dan maskapai bisa bernapas lega. Karena, jumlah penumpang pesawat kini mulai merangkak naik.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Irfan Se­tiaputra mengaku, sejumlah penerbangan mulai mengalami peningkatan penumpang pasca Lebaran.

“Iya, naik tipis. Tapi, (trafik) nya masih jauh dari normal,” ujar Irfan kepada Rakyat Merde­ka, Senin (31/5).

Berita Terkait : Larangan Mudik Berakhir, Jumlah Penumpang Di Bandara Juanda Surabaya Meningkat

Meski Irfan tidak merinci jumlah kenaikan penumpang Garuda. Namun, ia optimistis industri penerbangan akan terus membaik ke depannya.

Dia menuturkan, pada hari pertama larangan mudik, perse­roan mencatat hanya melayani 5 ribu penumpang per hari, dengan 49 penerbangan. Jumlah itu merosot bila dibandingkan kondisi normal yang melayani rata-rata 15 ribu penumpang per hari dengan 120-140 pen­erbangan.

“Setidaknya sekarang (peningkatan) sudah lebih dari 50 persen (dibandingkan periode larangan mudik),” akunya.

Berita Terkait : Survei BI: Penjualan Properti Mulai Naik

Menurutnya, peningkatan trafik penumpang tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di kota-kota lainnya.

Senada dengan operator ban­dara, PT Angkasa Pura I (Perse­ro) mencatat peningkatan trafik penumpang di 15 bandara yang dikelolanya.

“Pada 18 sampai 28 Mei 2021 tercatat kami melayani hingga 1.400.845 penumpang atau meningkat 17,7 persen dibanding masa peniadaan mudik (6 Mei hingga 17 Mei), di mana kami melayani 74.878 penumpang,” kata Vice President (VP) Cor­porate Secretary AP I Handy Heryudhitiawan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Usai Larangan Mudik, Pelni Langsung AngkutĀ 5.388 Penumpang

Ia menyebutkan, trafik penumpang tertinggi pasca masa peniadaan mudik terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, yang melayani hingga 298.482 pergerakan penumpang. Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua terdapat di Ban­dara Juanda Surabaya, dengan trafik sebesar 292.657 pergerakan penumpang.

“Selain Makasar dan Surabaya, trafik penumpang tertinggi ketiga ada di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sebesar 149.635 pergerakan penumpang,” sebutnya.

Untuk diketahui, pada peri­ode larangan mudik, perseroan mencatat trafik penumpang di 15 bandara pada 10 Mei 2021 hanya sebesar 5.704 pergerakan penumpang. Angka ini turun 37,6 persen dari trafik penumpang pada 9 Mei 2021 yang sebesar 9.142 pergerakan penumpang atau terendah sepanjang periode 6 sampai 10 Mei.
 Selanjutnya