Dark/Light Mode

Perkuat Ekonomi Mikro Syariah, OJK Luncurin BWM Ponpes Cipasung

Rabu, 9 Juni 2021 02:17 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaunching Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya. (Foto: ist)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaunching Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaunching Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya. BWM untuk mendorong pengembangan pelaku mikro syariah dan pemberdayaan masyarakat sekitar pesantren.

BWM diresmikan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin. Peresmian BWM dilakukan bersamaan dengan peresmian Balai Latihan Kerja di Ponpes Cipasung, yang dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin berharap, keberadaan BWM di Ponpes Cipasung ini, bisa mewujudkan ekosistem ekonomi syariah dan mewujudkan peran sosial ekonomi pondok pesantren ke masyarakat sekitar. “Kami menyampaikan apresiasi peran OJK dalam mendorong pengembangan BWM di pesantren-pesantren di banyak daerah," sebut Wapres dalam keterangan resmi, Selasa (8/6). 

Berita Terkait : Pegadaian Gandeng IPEMI Kembangkan Keagenan

BWM, lanjut Ma'ruf, sangat berperan untuk menyediakan akses permodalan bagi masyarakat kecil yang belum mendapatkan akses keuangan formal. Keberadaan BWM ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah, dalam mengentaskan kemiskinan,” kata Wapres.

Sementara, Wimboh mengatakan, program BWM ini sekaligus merupakan platform bagi ponpes, yang selama ini fokus pada akidah dan dakwah pendidikan untuk dapat mengoptimalkan perannya dalam dakwah ekonomi. Sinergi antara BWM dan BLK di Pondok Pesantren Cipasung ini akan dapat menjadi inkubator dalam penciptaan dan peningkatan kapasitas bagi usaha mikro masyarakat, melalui dukungan pendanaan dan pendampingan usaha.

“Kami harapkan BWM di Ponpes Cipasung ini memberikan manfaat kesejahteraan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitar pesantren dan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Wimboh.

Baca Juga : Gubernur Banten Ajak Komunitas Bangun Kemandirian Pertanian

Ia mengatakan, pendirian BWM Pondok Pesantren Cipasung ini merupakan bentuk kontribusi OJK dan industri jasa keuangan, terutama dalam menyukseskan program-program pembiayaan dari Pemerintah untuk kegiatan usaha mikro yang telah ada sebelumnya, seperti Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), KUR, KUR nelayan, dan lainnya. 

Hingga Juni 2021, telah berdiri 61 BWM di berbagai daerah dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 45 ribu lebih nasabah dan total pembiayaan Rp 67,4 miliar.

Untuk mengoptimalkan kemajuan teknologi dalam pelaksanaan program serta pelayanan BWM yang telah diinisiasi OJK sejak akhir 2017, OJK telah menginisiasi pengembangan ekosistem digital BWM, yang mencakup tiga aspek utama yakni Digitalisasi Pembiayaan BWM, Digitalisasi Operasional BWM, serta Digitalisasi Pengembangan Usaha Nasabah BWM. 

Baca Juga : Di Peringatan Seabad Soeharto, Bamsoet Gelorakan Semangat Hadirkan PPHN

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga menyambut baik pendirian BWM ini yang bisa mendukung keberadaan BLK di Ponpes Cipasung. “Apresiasi untuk dukungan OJK yang hadir dalam mengembangkan komunitas ekonomi di sekitar pesantren," ujarnya.

Selain pendirian BWM, untuk terus mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, OJK terus mendorong literasi dan inklusi, serta memperluas akses keuangan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah, di antaranya melalui program TPAKD, Laku Pandai, dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR). [DWI]