Dark/Light Mode

Dedikasi Zaenur, Seorang Operator KPJR KAI Yang Handal

Rabu, 16 Juni 2021 19:24 WIB
Ilustrasi KPJR milik KAI. (Foto: Dok. KAI
Ilustrasi KPJR milik KAI. (Foto: Dok. KAI

 Sebelumnya 
Tepatnya, pada tahun 2009, secara tidak sengaja ia melihat lowongan penerimaan karyawan KAI di salah satu koran yang dijual di halaman masjid tersebut. Seperti peribahasa, gayung bersambut kata berjawab.

Prosesnya menjadi karyawan KAI dipermudah berkat doa-doanya selama ini. Ia lulus dalam setiap tahapan seleksi menjadi karyawan KAI yang menggunakan sistem gugur. Ia terpilih menjadi salah satu yang terbaik dari ribuan peserta.

“Menjadi karyawan KAI merupakan cita-cita dan kebanggaan tersendiri bagi saya. Saya merupakan orang pertama di keluarga yang dapat bekerja di sini. Di kereta api saya mendedikasikan kinerja terbaik untuk ikut serta memberikan sumbangsih bagi keselamatan perjalanan kereta api,” kata Zaenur.

Baca juga : Cegah Pungli Di Pelabuhan, Puskepi Saranin Operator Crane Bukan Outsourcing

Saking bangganya, ia bahkan melaminating pengumunan koran kelulusan penerimaan dirinya menjadi karyawan KAI. Ia mengaku, masih menyimpan hasil kelulusan tersebut sampai saat ini. Hal itu sebagai kenang-kenangan atas perjuangan dan bentuk rasa syukurnya atas hadiah yang diberikan Allah padanya.

Selama 11 tahun berdinas, tak jarang ia mendapatkan berbagai tantangan. Terkadang, faktor alam seperti cuaca buruk yang dapat menghambat pekerjaannya. Ia dengan tim kerjanya harus segera mengatasi apabila terjadi gangguan-gangguan seperti roda kereta selip akibat medan rel yang diselimuti rerumputan lintas pegunungan yang kelandaiannya curam, berikut jika terjadi hujan dan lintas cabang yang terdapat rumput, rel yang licin, dan lainnya.

Karena pekerjaannya dilakukan saat ada waktu kosong antara perjalanan kereta api (window time), sehingga apabila terdapat gangguan KPJR harus secepatnya diselesaikan. Biasanya tim kerja ini terdiri dari 3-4 orang, dan harus berkolaborasi untuk mendapatkan solusi terbaik agar tidak mengganggu perjalanan kereta api.

Baca juga : Megawati Ingin Kantor PDIP Yang Baru Jadi Rumah Rakyat

Zaenur juga mengaku sering mengalami hal-hal yang di luar nalar saat berdinas. Seperti mesin mendadak mati di wilayah yang terkenal angker namun kemudian menyala kembali. Atau mendengarkan suara tangisan perempuan dan anak-anak di tengah hutan yang membuat bulu kuduknya merinding.

Kejadian-kejadian tersebut sudah biasa ia alami namun tidak membuatnya surut untuk memberikan kinerja terbaiknya , Ia anggap hal-hal tersebut menjadi salah satu konsekuensi pekerjaan yang harus bisa diatasi.

 Ia bertekad melaksanakan pekerjaannya sebagai bagian perkeretaapian Indonesia sebagai sebuah amanah besar. Itulah dedikasi Zaenur sebagai operator KPJR sehingga ia tak kenal lelah dan tidak pernah menyerah dalam melaksanakan tugas kesehariannyan.

Baca juga : Dekati Penyimpanan Nuklir, Hamas Kembali Serang Pangkalan Udara Israel

Bagi Zaenur profesionalisme diiringi dengan integritas serta loyalitas yang tinggi adalah kunci semangat seorang operator KPJR. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.