Dewan Pers

Dark/Light Mode

PLN Ajak Warga Ende Sulap Limbah Batu Bara Jadi Bahan Bangunan

Selasa, 6 Juli 2021 21:28 WIB
Inovasi FABA disulap jadi bahan bangunan. (Dok. PLN)
Inovasi FABA disulap jadi bahan bangunan. (Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PLN terus mengoptimalkan pemanfaatan limbah batu bara hasil proses pembakaran atau dikenal _Fly Ash_ dan _Bottom Ash_ (FABA) dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Ropa di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kali ini, inovasi FABA yang 'disulap' menjadi bata _interlock,_ dimanfaatkan sebagai material bangunan untuk Program Bedah Rumah yang digelar PLN beberapa waktu lalu.

Bata _interlock_ yang digunakan merupakan hasil olahan FABA oleh 18 orang warga Ende yang mendapat pelatihan dari PLN.

"Bedah rumah ini ditujukan untuk meringankan warga kurang mampu di sekitar Ende dengan membangun rumah berkonsep rumah sehat sederhana," ungkap General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT Agustinus Jatmiko.

Berita Terkait : Banyak Unggulan Keok, Ratu Barty Masih Bertahan

Pemanfaatan FABA menjadi bata _interlock_ ini, PLN bekerjasama dengan Pemda dan Keuskupan Agung Ende, telah mengadakan pelatihan untuk 18 orang.

Terdiri dari perwakilan Keuskupan Agung Ende 6 orang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ende 4 orang, perwakilan UMKM lokal 4 orang, dan masyarakat umum 4 orang.

Peserta pelatihan telah mengikuti pembelajaran pemanfaatan FABA untuk menjadi bata _interlock_ sejak 26 April 2021 lalu di Dinas Lingkungan Hidup.

Dilanjutkan dengan praktik pembuatan bata _interlock_ di Gereja Paroki St. Donatus Bhoanawa, Ende pada 27-30 April 2021.

Berita Terkait : Alhamdulillah, RI Kembali Terima 14 Juta Bahan Baku Vaksin Sinovac

Jatmiko menjelaskan, pelatihan pemanfaatan produk FABA ini bisa terlaksana berkat dukungan Bupati Ende.

“Pelatihan ini penting mengingat peserta yang telah lulus akan dijadikan calon pelatih _(training for trainer)._

Diharapkan, para peserta telah menguasai kemampuan pemanfaatan produk FABA ini, akan menjadi pelatih bagi tenaga kerja lainnya,” jelasnya.

Program pelatihan ini disambut antusias oleh Bupati Ende dan Keuskupan Ende. Karena itu, peserta diharapkan terlibat dalam program-program lanjutan.

Berita Terkait : Pesan Ganjar: Kepala Daerah Harus Siap Jadi Pembantu Rakyat

Di antaranya program bedah rumah layak huni bagi warga kurang mampu, pembangunan gereja Paroki St. Donatus Bhoanawa, pembangunan sarana umum lainnya.

Diharapkan juga pemanfaatan FABA ini tak hanya untuk Kabupaten Ende, tetapi juga dipakai untuk masyarakat Kabupaten Sikka.

Sementara itu, Bupati Ende Djafar Achmad saat peresmian Bedah Rumah PLN Peduli, mengucapkan terima kasih kepada PLN Peduli.

"Saya menyambut gembira atas upaya PLN melalui inovasi pemanfaatan FABA, yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat di Ende. Ada banyak warga yang akan terbantu dengan bedah rumah memakai bata _interlock_ ini," katanya.
 Selanjutnya