Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pesan Ganjar: Kepala Daerah Harus Siap Jadi Pembantu Rakyat

Senin, 28 Juni 2021 12:41 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi di gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Minggu (27/6). (Humas Kabupaten Pekalongan/Antara)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melantik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Wakil Bupati Riswadi di gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Minggu (27/6). (Humas Kabupaten Pekalongan/Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasangan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Wakil Bupati, Riswadi resmi dilantik di gedung Gradika Bhakti Praja Semarang, Minggu (27/6).

Dalam pelantikan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpesan pada pasangan Bupati Pekalongan terpilih harus siap menjadi babune rakyat atau pembantu rakyat.

Bagi Ganjar, hal ini merupakan pengingat, bahwa pejabat harus setia melayani rakyat. "Pesan saya, Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan harus mau menghibahkan dirinya untuk melayani rakyat tanpa kenal hari, harus siap-siap 'dadi babune rakyat' dan melaksanakan janji kampanyenya," kata Ganjar dikutip Antara.

Berita Terkait : Bahlil: Muluskan Investasi, Kepala Daerah Kudu Bisa Penuhi Kebutuhan Lahan

Ganjar juga mengingatkan kepada pasangan ini untuk membawa amanah dengan baik dan jangan ragu selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan forkompinda, gubernur bahkan presiden jika menemukan kesulitan untuk dipecahkan bersama.

"Anda dilantik dalam kondisi situasi yang tidak mudah karena dalam masa pandemi. Namun, saya percaya saudara akan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," katanya.

Ia mengatakan, pakta integritas yang telah ditandatangani oleh pasangan Bupati Pekalongan merupakan hal yang harus dipegang teguh, yaitu senantiasa proaktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, tidak menerima gratifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, bersikap transparan, serta akuntabel.

Berita Terkait : Gowes Di Gang Sempit, Ganjar Terus Sosialisasikan Prokes

"Kalau dibilang capek, pasti capek tetapi dengan niat yang baik pasti bisa karena kepala daerah harus siap 'dadi babune rakyat', 'dudu dadi ndorone rakyat' (bukan menjadi majikan rakyat)," katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan, pada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dapat menghindari konflik kepentingan, mematuhi peraturan yang berlaku, menyampaikan informasi jika ada pelanggaran untuk kemudian dievaluasi, serta siap menghadapi konsekuensi jika melanggar.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya, kata dia, adanya peran tim pembina PKK sebagai agen untuk mengedukasi masyarakat terhadap protokol kesehatan dan mematuhi 5M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menghindari kerumunan, dan mobilitas aktivitas.

Berita Terkait : Jokowi: WTP Bukan Tujuan Akhir, Manfaat APBN Harus Sampai Ke Rakyat

"Kemudian bagi Dekranasda dapat berperan mendampingi UMKM sebagai sektor yang paling besar terkena pukulan agar mereka mampu bangkit lagi secara ekonomi," katanya.

Sementara Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq mengatakan, siap melaksanakan perintah Gubernur Jateng dan berjanji akan bekerja optimal melayani masyarakat. [MFA]