Dewan Pers

Dark/Light Mode

Apindo: Efeknya Belum Nendang

Minggu, 15 Agustus 2021 07:38 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (Foto : Istimewa).
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apin­do) Hariyadi Sukamdani me­nilai, pelonggaran Pember­lakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 belum memberikan efek signifikan alias belum nen­dang bagi pengusaha. Hal itu, menurutnya, karena masih banyak pembatasan.

“Pelonggaran masih relatif kecil dan terbatas. Contoh, pembukaan pusat perbelan­jaan hanya di 4 kota saja dan itu pun dibatasi dengan 25 persen. Jadi belum terasa bagi pengusaha,” kata Hari­yadi, Jumat (13/8).

Berita Terkait : Hilangnya Kepekaan

Apalagi, kata Hariyadi, sektor manufaktur non es­sensial masih belum diperke­nankan berjalan. Dan, untuk manufaktur ekspornya juga masih dalam pembukaan terbatas.

“Jadi saya melihat pelong­garan itu hanya terjadi di sek­tor retail saja,” ujarnya.

Berita Terkait : Agnez Mo: Greysia Legenda Hidup

Bos Sahid Grup ini menilai, dampak pelonggaran masih terlalu sedikit dampaknya pada perbaikan ekonomi.

Ia berharap, Pemerintah membantu pelaku usaha untuk bangkit dengan memberikan insentif atau keringanan.

Berita Terkait : Kanye Bau Badan

Sekretaris Jenderal Asosia­si Peritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyerahkan semua keputusan pada Pemerintah. Karena, pada dasarnya per­masalahan ekonomi tidak bisa tumbuh jika masalah kesehatan dari pandemi Covid-19 tidak teratasi.

“Penanganan Covid-19 ini harus semua pihak, tidak hanya Pemerintah, pengu­saha, juga rakyat harus di­siplin menegakkan protokol kesehatan,” jelasnya. [KPJ]