Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasar Dihantui Corona Varian Delta, Rupiah Rontok

Rabu, 18 Agustus 2021 09:51 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rupiah pagi ini dibuka loyo. Mata Uang Garuda dibuka pada level Rp 14.395 per dolar AS atau melemah 0,16 persen dibandingkan dengan perdagangan Senin (16/8) di level Rp 14.372 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,06 persen, dolar Singapura naik 0,05 persen, won Korea Selatan naik 0,19 persen, peso Filipina menguat 0,09 persen, yuan China naik 0,04 persen, dan bath Thailand naik 0,42 persen.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya turun 0,05 persen menjadi di posisi 93,081. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,06 persen ke level Rp 16.383, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,04 persen ke level Rp 19.760, dan terhadap dolar Australia menguat 0,04 persen di level Rp 10.434.

Berita Terkait : Bantu Masyarakat Terdampak Corona, Iwan Fals Lelang Lukisan

Menurut Pengamat Pasar Keuangan, Ariston Tjendra, kenaikan dolar AS karena menurunnya penjualan ritel AS. Tetapi dolar masih mendapat sentimen positif dari kenaikan produksi industri yang lebih tinggi dari perkiraan.

Laporan penjualan ritel pagi ini berfungsi untuk mengonfirmasi bahwa konsumen AS, pelanggan terbesar dan paling dapat diandalkan di dunia menjadi lebih berhati-hati.

“Pelemahan rupiah pagi ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus Covid-19 akibat varian delta,” ujarnya, Rabu (18/8).

Berita Terkait : PPKM Diperpanjang Lagi, Rupiah Makin Loyo

Ia melihat, pasar akan mewaspadai penguatan dolar AS karena kekhawatiran terhadap kenaikan kasus Covid-19 akibat varian delta. Kondisi ini berimplikasi pada perlambatan ekonomi dunia.

Namun, ia memprediksi, rupiah akan menguat pada perdagangan hari ini. Pasalnya, pasar meyakini bahwa pengetatan moneter AS (tapering off) belum akan dilakukan dalam waktu dekat. 

Pasalnya, data penjualan ritel AS turun turun 1,1 persen pada Juli. Angka tersebut jauh lebih buruk dari capaian Juni yang mencetak kenaikan sebesar 0,6 persen.

Berita Terkait : UNICEF: Pandemi Corona Masih Jauh Dari Selesai

“Hari ini mata uang Garuda diperkirakan berada di kisaran Rp 14.350 hingga Rp 14.475 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]