Dark/Light Mode

Bulog Punya Stok Beras Melimpah

Buwas Mentahkan Isu Impor

Rabu, 1 September 2021 06:40 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyampaikan laporan mengenai kesiapan Bulog untuk penugasan BPN dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta. (Foto : Antara).
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyampaikan laporan mengenai kesiapan Bulog untuk penugasan BPN dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen Jakarta. (Foto : Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Perum Bulog menepis kabar melakukan impor beras pada semester I-2021. Perusahaan pelat merah itu mengaku masih memiliki stok berlimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin (30/8), Sejumlah anggota Komisi IV DPR menanyakan kepada jajaran petinggi Bulog terkait impor beras yang terjadi selama Semester I-2021. Para politisi Senayan memper­tanyakan klaim Bulog yang selalu menegaskan bahawa stok beras dalam negeri sangat mencukupi.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso langsung menepis isu impor beras.

Baca juga : Airlangga Dorong Pemulihan Ekonomi Berbasis Riset Dan Inovasi

Buwas-sapaan akrab Budi Waseso, menerangkan, hingga 27 Agustus 2021, Bulog memi­liki stok beras di dalam gudang mencapai 1,16 juta ton. Itu terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 1,1 juta ton dan beras komersial 14 ribu ton.

“Stok beras ini masih mencu­kupi kebutuhan penjualan dan tanggap darurat bencana sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog. Kami pastikan impor beras bu­kan dari Bulog,” tegas Buwas.

Menurut Buwas, kalau ada im­por beras, mungkin untuk jenis beras khusus. Dan, bukan Bulog yang melakukannya. “Sampai detik ini Bulog belum mendapat penugasan untuk melaksanakan impor beras,” ungkapnya.

Baca juga : Lelaki Berdaster Curi Bus Sekolah, Ditangkap Polisi

Ia menerangkan, impor beras khusus bisa dilakukan instansi atau perusahaan yang menerima surat persetujuan impor. Sedangkan Bulog tidak bisa. Berdasarkan Peraturan Men­teri Perdagangan (Permendag) tentang Kententuan Ekspor dan Impor Beras, Bulog hanya diper­kenankan impor untuk keperluan umum, hibah dan lainnya.

“Impor untuk keperluan umum dan hibah hanya bisa dilakukan oleh BUMN pangan, dalam hal ini Perum Bulog. Yakni untuk jenis beras dengan tingkat kepecahan di atas 5 persen sampai 25 persen dengan kode HS 10063099,” terangnya.

Untuk tahun depan, lanjut Buwas, Bulog tengah mem­persiapkan untuk penyaluran beras sebanyak 1,21 juta ton. Dari jumlah itu, sebanyak 865 ribu ton berasal dari CBP, baik melalui skema Berencana atau program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Sementara sebanyak 100 ribu ton berasal dari Golongan Ang­garan (Golang), dan 250 ribu ton merupakan beras bantuan pemerintah lainnya.

Baca juga : Bulog Jamin Beras Bantuan PPKM Berkualitas Baik

“Untuk pengadaan di 2022, kami memastikan Bulog tidak akan melakukan impor beras. Ini terlihat dari tidak adanya rencana pengadaan beras luar negeri,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.