Dewan Pers

Dark/Light Mode

Program Makmur Pupuk Indonesia Kerek Produktivitas Petani

Jumat, 10 September 2021 17:27 WIB
Panen raya Program Makmur Pupuk Indonesia. (Foto: ist)
Panen raya Program Makmur Pupuk Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat peningkatan produktivitas petani padi di Banyuwangi usai bergabung dalam program Makmur Pupuk Indonesia. 

Senior Executives Vice President (SEVP) Operasi Pemasaran Pupuk Indonesia, Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan, dari data yang dihimpun, produktivitas pada program Makmur meningkat 34 persen sampai 42 persen secara nasional, khususnya pada petani padi dan jagung. 

"Program Makmur terbukti mampu meningkatkan produktivitas," ujarnya, Jumat (10/9). 

Berita Terkait : Persib Vs Persita, Maung Bandung Siap Tempur

Menurut dia, peningkatan produktivitas petani padi ini terjadi pada masa tanam pertama. Di mana, angka panen sebelum bergabung dalam program Makmur tercatat sebesar lima ton per hektare menjadi sembilan ton per hektare. 

Bahkan, peningkatan produktivitas produk pertanian ini juga berdampak positif terhadap pendapatan petani di Banyuwangi. "Para petani padi yang tergabung dalam program ini mengalami peningkatan keuntungan menjadi sekitar Rp 24 juta per hektare dari yang sebelumnya sekitar Rp 10 juta per hektare," akunya. 

Adapun, program Makmur terdiri dari berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. 

Berita Terkait : Pameran Di Swiss, Produk Furnitur Indonesia Laris Manis

Tidak hanya itu, disiapkan juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani. "Program ini adalah kolaborasi dari multi stakeholder, mulai dari perbankan, produsen pupuk, penyedia agro input, sampai pemerintah daerah, petugas PPL, hingga asuransi dan tentunya juga offtaker, atau pihak yang membeli hasil panen petani, baik BUMN maupun swasta," bebernya. 

Ponidi, salah satu anggota Kelompok Tani Sri Tanjung mengaku, sebelum bergabung dalam program Makmur, tingkat produktivitas produk pertanian yang digarapnya hanya sebesar lima ton per hektare. 

"Setelah bergabung, saya berhasil mencatatkan panen komoditas padi sekitar sembilan ton per hektare," katanya. 

Berita Terkait : Deden Bertekad Jaga Clean Sheet Persib

Dia menuturkan, program Makmur memberikan banyak manfaat mulai dari yang berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani. "Dengan adanya program makmur, menjadi kebanggaan kami dari petani Kelompok Tani Sri Tanjung, khususnya pada Desa Karang Sari. Intinya untuk program Makmur, kami dari petani sangat terbantu," kata Ponidi. 

Untuk diketahui, Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melakukan panen bersama di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Proses panen bersama program Makmur dilaksanakan di Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu, dengan luas tanam yang akan dipanen tercatat seluas 42 hektare dari total luas 100 hektare. 

Adapun, luas tanam yang masuk dalam program Makmur di Kabupaten Banyuwangi ini tercatat seluas 175 hektare yang tersebar ke beberapa desa dan kecamatan dengan rincian Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat seluas 10 hektare. Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi seluas 20 hektare. Kecamatan Blimbingsari seluas 20 hektare. Kecamatan Muncar seluas 25 hektare, dan Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu seluas 100 hektare. [IMA]