Dark/Light Mode

Kebutuhan Kredit Untuk UMKM Bakal Meningkat

Senin, 13 September 2021 08:46 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar yang bertajuk OJK Dorong Perbankan Selamatkan UMKM dan Sektor Informal yang diselenggarakan oleh Alika Communication, Kamis (9/09). (Foto: Dok. ekon.go.id).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar yang bertajuk OJK Dorong Perbankan Selamatkan UMKM dan Sektor Informal yang diselenggarakan oleh Alika Communication, Kamis (9/09). (Foto: Dok. ekon.go.id).

 Sebelumnya 
Bank harus mencapai rasio kredit UMKM sebesar 20 persen pada 2022, lalu 25 persen pada 2023, dan 30 persen pada 2024. Terkait ini, Presiden Jokowi juga secara langsung telah memberikan arahan kepada perbankan.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumin­do) Ikhsan Ingratubun menga­takan, penyaluran kredit sangat tergantung kepada iklim usaha.

Menurutnya, jika penularan Covid-19 berhasil ditang­gulangi sampai dengan 2024. Bukan tak mungkin rasio kredit UMKM sebesar 30 persen dapat tercapai.

Baca juga : Perbuatan Tidak Menyenangkan (2)

“Jika sampai 2024 pemerintah mampu menanggulangi penularan Covid-19 dengan baik, maka ke­butuhan kredit bagi UMKM juga meningkat,” ujarnya.

Dia yakin, penyaluran kredit UMKM akan mendorong ge­liat perekonomian. Apalagi, UMKM mendominasi struktur bisnis nasional.

Ekonom Institute for De­velopment of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, agak sulit menca­pai target yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga : Apa Itu Perbuatan Tidak Menyenangkan?

Sebab, sebagian besar bank di Indonesia lebih memilih segmen kredit korporasi dan konsumsi yang pasarnya sangat besar. Misalnya, kredit kendaraan bermotor, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kartu kredit.

“Jika melihat data, rata-rata bank di Indonesia hanya menyalurkan pembiayaan ke UMKM sebesar 20 persen dari total penyaluran kredit. Bahkan, ada bank yang mengalirkan kreditnya ke UMKM jauh di bawah 20 persen,” jelasnya.

Menurut Eko, bank juga harus melakukan pembinaan ke UMKM agar bisa berkem­bang. Sayangnya, banyak bank yang tidak melakukan itu.

Baca juga : Promo 9.9, Pesanan Produk UMKM Shopee Naik 6 Kali Lipat

Akhirnya, daripada repot mengurusi pembinaan UMKM, bank lebih memilih masuk ke segmen kredit konsumsi atau korporasi. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.