Dark/Light Mode

Neraca Perdagangan RI Surplus, Rupiah Joss Lagi

Kamis, 16 September 2021 09:39 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini rupiah menguat. Rupiah dibuka Rp 14.225 per dolar AS atau menguat 0,02 persen dari perdagangan kemarin di level Rp 14.242 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, beberapa mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand menguat 0,02 persen, yuan China menguat 0,02 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,03 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, won Korea Selatan naik 0,18 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, peso Filipina 0,02 persen, dan dolar Singapura melonjak 0,01 persen.

Berita Terkait : Inflasi AS Rendah, Rupiah Rontok Lagi

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,2 persen si level 92,514. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menurun 0,07 persen ke level Rp 16.806, terhadap poundsterling Inggris melemah 0,05 persen ke level Rp 19.685, dan terhadap dolar Australia menguat tipis 0,01 persen ke level Rp 10.423.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra melihat, penguatan rupiah kali ini didorong rekor surplus neraca perdagangan RI senilai 4,74 miliar dolar AS pada Agustus 2021. Di mana hal ini membawa angin segar bagi penguatan rupiah pagi ini.

Berita Terkait : Pasar Hati-Hati, Rupiah Anjlok Lagi

“Kenaikan surplus neraca perdagangan Indonesia yang cukup tinggi dari bulan sebelumnya. Mata uang Garuda mendapat angin segar untuk penguatan rupiah hari ini," jelasnya, Kamis (16/9).

Dari sentimen eksternal, wacana tapering di akhir tahun masih menjadi ganjalan untuk penguatan nilai tukar lain terhadap dolar AS, termasuk rupiah. Hal ini katanya, belum ada hasil data ekonomi AS yang menghapus kemungkinan pelaksanaan tapering di akhir tahun ini.

Berita Terkait : BSI Kenalkan Perbankan Syariah Pada Mahasiswa Unpad

Ariston memproyeksi nilai tukar rupiah sepanjang hari ini menguat di  kisaran Rp 14.220-Rp 14.260 per dolar AS. [DWI]