Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wamenag Minta Pengusaha Muslimah Kuasai Literasi Digital

Senin, 30 Agustus 2021 18:27 WIB
Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid. (Foto: Ist)
Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Zainut Tauhid Saadi mengingatkan para pengusaha muslimah tentang pentingnya penguasaan literasi digital dalam pengembangan usahanya. Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberikan sambutan pada Workshop Muslimah Enterpreneur yang digelar secara daring oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Workshop ini mengangkat tema Meningkatkan Kapasitas Entrepreneur di Kalangan Muslimah Sebagai Kontribusi Nyata Membangun Umat dan Bangsa, Senin (30/8). Hadir sejumlah narasumber Nurhayati Subakat (Founder of Wardah Cosmetics), Elidawati Ali Oemar (Founder of Elzatta Hijab), Widjayanto (Direktur Operasi LinkAja), dan Siti Authira Lanacitra (Key Account Manager Lazada Amanah).

"Pengusaha muslimah wajib menguasai literasi digital. Sudah bukan zamannya lagi menjalankan bisnis secara manual. Itu sudah ketinggalan zaman. Semua orang kini sudah beralih dari manual ke digital," pesan Wamenag di Jakarta, Senin (30/8).

Berita Terkait : Sandiaga Dorong Fashion Muslim Jajaki Lima Destinasi Super Prioritas

"Jangan berpikir bahwa digital itu mahal dan susah. Semua kita bisa dan biasa menggunakannya. Gadget yang ada di tangan kita adalah modal penting membangun usaha," tambahnya.

Wamenag meminta gadget tidak digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi semata. Apalagi, hanya digunakan untuk sekedar bermain game yang menghabiskan waktu. Gadget bisa dioptimalkan sebagai modal merintis dan membangun usaha digital.

"Sangat sederhana, cobalah mulai memposting dan meng-endorse produk kita melalui status di media sosial. Mari gunakan media sosial untuk aktifitas produktif dan menguntungkan dengan memanfaatkannya bagi kemajuan bisnis kita," ajaknya.

Berita Terkait : Biar Joss, Panglima TNI Pakai Booster Vaksin Skretom

Peluang bisnis berbasis digital di Indonesia sangat besar. Menurut Global Web Index, papar Wamenag, 96 persen pengguna internet Indonesia berusia antara 16 sampai dengam 64 tahun yang mencari produk atau layanan secara online untuk dibeli.

Riset Janio menemukan, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial untuk fashion. Karena selain jumlah penduduk muslim yang mencapai 227 juta, juga median age yang lebih muda, yaitu rata-rata 28,8. Berbeda dengan negara tetangga seperti Thailand dan China dengan median age di atas 38. Selain itu, 33,75 persen penduduk Indonesia masuk kelompok milenial di mana hampir 60 persen semua kebutuhan transaksinya dipenuhi secara online melalui beragam platform digital.

Tingginya pengguna internet ini menjadikan Indonesia adalah salah satu pasar online terbesar di dunia. Mengutip statista.com, Wamenag menjelaskan bahwa pertumbuhan e-commerce Indonesia termasuk tinggi di Asia Tenggara.

Berita Terkait : Begini Jurus BI Siapkan Transformasi Digital

Pendapatan di pasar e-commerce diproyeksikan mencapai 43 miliar dolas AS pada tahun 2021 dan naik menjadi 63 miliar dolar AS tahun 2025. Segmen pasar terbesar adalah fashion dengan proyeksi volume pasar sebesar 13 miliar AS tahun 2021, dengan sebagian besar pengguna ecommerce yang akan mencapai 221 juta pengguna pada 2025.

Data-data tersebut, kata Wamenag, janganlah sekadar data dan angka. Seharusnya menjadi inspirasi dan informasi berharga guna menciptakan kreatifitas bisnis kita mengembangan usaha.

"Kita semua harus memanfaatkan media digital secara kreatif dan produktif. Isi ruang di media digital untuk usaha dan bisnis sehingga lebih berkembang. Dengan demikian, ruang digital tertutup dari peluang pihak lain melakukan narasi radikal dan anti-sistem," pungkasnya. [FAQ]