Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sinyal Tapering AS Makin Kuat, Rupiah Keok Lagi

Selasa, 21 September 2021 09:27 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rupiah pagi ini kembali loyo. Rupiah dibuka pada level Rp 14.252 per dolar AS atau melemah 0,07 persen dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.242 per dolar AS.

Tak cuma mata uang Garuda, pergerakan mata uang Asia bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,05 persen bersama baht Thailand minus 0,04 persen. Namun won Korea Selatan menguat 0,2 persen, ringgit Malaysia naik 0,16 persen, dolar Singapura menanjak 0,1 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,03 persen.

Berita Terkait : Anies: Dunia Terpana Melihat Indonesia Kendalikan Pandemi

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang saingannya menguat 0,09 persen ke 93,19. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,10 persen ke level Rp 16.744, terhadap poundsterling Inggris minus 0,07 persen ke level Rp 19.497, dan terhadap dolar Australia menurun 0,17 persen ke level Rp 10.364.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat, rupiah masih tertekan karena penguatan dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve yang memperkuat sinyal tapering. Selain itu ditambah risiko dari krisis keuangan China Evergrande di pasar saham.

Berita Terkait : Neraca Perdagangan RI Surplus, Rupiah Joss Lagi

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) diproyeksi tetap mempertahankan suku bunga acuannya di posisi 3,5 persen lantaran kinerja makroekonominya terlihat kurang membaik, memasuki kuartal III-2021.

“Kebijakan suku bunga akan tetap stabil, kemungkinan bank sentral akan bermain aman untuk mempertahankan posisi rupiah yang relatif kuat,” ujarnya dalam riset, Selasa (21/9).

Berita Terkait : Menkop Dorong KSP Menjadi Konsolidator Bagi Usaha Kecil

Ibrahim memproyeksi, sepanjang hari ini rupiah bisa dibuka bervariasi, namun cenderung akan ditutup melemah di rentang Rp 14.230-Rp 14.270 per dolar AS. [DWI]