Dark/Light Mode

Isu Tapering Makin Menguat, Rupiah Lemas Lagi

Kamis, 23 September 2021 09:35 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah menguat kemarin, pagi ini rupiah dibuka loyo. Rupiah dibuka Rp 14.245 per dolar AS atau melemah 0,04 persen dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.240 per dolar AS.

Tak jauh berbeda, mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang minus 0,08 persen, baht Thailand turun 0,13 persen, yuan China minus 0,09 persen, peso Filipina melemah 0,27 persen, won Korea Selatan minus 0,02 persen, ringgit Malaysia 0,01 turun persen, dan dolar Singapura minus 0,04 persen. 

Berita Terkait : Sinyal Tapering AS Makin Kuat, Rupiah Keok Lagi

Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya naik 0,049 poin atau 0,05 persen ke 93,25. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro turun tipis 0,02 persen ke level Rp 16.638, terhadap poundsterling Inggris minus 0,06 persen ke level Rp 19.390, terhadap dolar Australia menguat 0,05 persen ke level Rp 10.298.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi melihat, dolar AS menguat di awal, setelah pernyataan The Federal Reserve yang bernada hawkish pada pertemuan semalam. 

Berita Terkait : Disapu Angin Kencang, Puluhan Rumah Warga Di Sulut Rusak

“Hal ini memberi sinyal peluang kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS dapat dilaksanakan lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Dan memberi tekanan terhadap mata uang lainnya,” ujar Ibrahim, Kamis (23/9).

Bank sentral pimpinan Jerome Powell tersebut mengindikasikan tapering akan segera dilakukan. Meski demikian, sinyal tersebut masih sesuai dengan prediksi pasar, tapering akan diumumkan pada bulan November, dan pertama dilakukan pada Desember.

Berita Terkait : Keren, Kita Nggak Masuk Zona Merah Peta Dunia Lagi

Ibrahim memproyeksi, sepanjang hari ini rupiah akan berfluktuatif, namun berpeluang ditutup menguat di rentang Rp 14.230 - Rp 14.290 per dolar AS. [DWI]