Dark/Light Mode

Komisaris Baru Melchor Group

Welcome Ilham Habibie, Cyril Noerhadi, Markus Permadi, dan JB Kendarto

Jumat, 24 September 2021 13:12 WIB
CEO Melchor Group Peter F Gontha (Foto: Dok. Melchor)
CEO Melchor Group Peter F Gontha (Foto: Dok. Melchor)

RM.id  Rakyat Merdeka - CEO Melchor Group Peter F. Gontha mengumumkan lini terbaru dewan komisaris di Melchor Group.

“Kami bersukacita menyambut bergabungnya tokoh yang sudah tidak asing lagi dan dikenal di dunia usaha dan teknologi," kata Peter dalam keterangannya, Jumat (24/9).

Melchor Group terdiri dari 3 usaha yang merupakan bagian dari satu ekosistem dan bergerak di bidang pelestarian lingkungan, yang memakai teknologi terkini dalam bidang Blockchain dan Crypto Utility.

Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Jejak Enviro Teknologi (Jejak.in), PT Rantai Oxygen Indonesia (ROXI), dan PT Muller Karbon Kapital (MKK).

Baca Juga : Harga Saham Lesu, Posisi Investasi Internasional RI Turun

Edwin Gerungan yang telah bergabung pada Agustus lalu sebagai Komisaris Utama Melchor Group, disusul dengan Ilham Habibie sebagai Komisaris Utama Jejak.in, Cyril Noerhadi sebagai Komisaris Utama ROXI (Rantai Oxygen Indonesia), Markus Permadi sebagai Komisaris ROXI, JB Kendarto sebagai Komisaris Utama Muller Karbon Kapital.

“Hal ini membuat kami semakin optimis dengan masa depan ekonomi hijau Indonesia,” ungkap Peter.

10 September lalu, Peter meluncurkan crypto utility untuk valuasi kekayaan alam Indonesia.

Crypto tersebut bukan alat tukar seperti crypto currency pada umumnya. Namun berfungsi dalam valuasi terhadap cadangan karbon yang ada di hutan mineral, lahan gambut, dan hutan bakau.

Baca Juga : Diimbangi Borneo FC, Pelatih Persib: Pemain Sudah Kerja Keras

Melalui teknologi blockchain dan crypto utility ini, Indonesia akan menjadi pusat ekonomi hijau. Karena memiliki hutan yang mengandung cadangan karbon, salah satu yang terbesar di dunia.

Pelestarian alam global dan perhitungan karbon diharapkan bisa optimal dengan hadirnya crypto utility Indonesia. Khususnya dalam menghadapi perubahan iklim, pemanasan global, dan mencegah menipisnya serta bocornya lapisan ozon.

Peter juga mengabarkan bahwa PT TAP Applied Agri Services (TAPAAS) telah dengan resmi bergabung sebagai penyandang dana (angel investor) di Melchor Group.

“Kami menghargai kepercayaan PT TAPAAS terhadap ide, misi, dan cita-cita dari ekosistem usaha yang dibangun oleh Melchor. Dengan bergabungnya TAPAAS, maka struktur usaha Melchor Group pun menjadi semakin kuat," papar Peter.

Baca Juga : Azis Syamsuddin Ngaku Lagi Isoman

"Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang ramah terhadap lingkungan dan alam semesta, sekaligus menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Crypto utility ini akan sangat membantu masyarakat adat Indonesia, yang selama ini mengelola hutan adat, tapi belum mendapatkan faedah ekonomi yang maksimal seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

"Mudah-mudahan, solusi-solusi teknologi ini bisa mempercepat pengentasan kemiskinan bagi masyarakat yang tinggal di dalam atau di sekitar hutan,” pungkas Peter. [HES]