Dark/Light Mode

Ekonomi Mulai Pulih

Sri Mul Tetap Membumi

Minggu, 3 Oktober 2021 08:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Facebook Sri Mulyani Indrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Facebook Sri Mulyani Indrawati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Makin terkendalinya penyebaran Corona saat ini, membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional. Tanda-tanda ekonomi mulai pulih makin terlihat. Neraca dagang, baik ekspor dan impor, bisnis ritel hingga sektor keuangan, kembali bergairah. Menyikapi tanda-tanda positif ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani memilih tetap membumi dan tidak buru-buru berpuas diri.

Setelah ekonomi tumbuh 7,07 persen di kuartal II-2021, upaya pemerintah menyehatkan kondisi ekonomi kembali menemui tantangan. Ekonomi yang sudah bergairah, terpaksa “ditidurkan” lagi lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Mengingat, di bulan Juni dan Juli, Corona yang sempat jinak, tiba-tiba ngamuk lagi.

Namun, seiring kasus aktif yang mulai turun, ekonomi bergeliat lagi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu optmis, kalau ekonomi bakal segera pulih. Alasannya, ada 5 indikator yang menunjukkan kalau ekonomi bakal pulih.

Baca juga : Sri Mulyani Ceria Banget

Apa saja? Pertama, didukung pertumbuhan ekonomi yang masih bergerak di kisaran 3,7-4,5 persen. Kedua, inflasi yang masih terjaga. Ketiga, defisit fiskal yang sempat terkoreksi hingga 6,1 persen pada 2020 ditargetkan bakal terjadi di level 5,7 persen tahun ini. Tanda pemulihan keempat, kondisi sektor keuangan.

“Banyak investor domestik dan ritel yang gencar menanam modal di beberapa instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan surat berharga negara (SBN),” kata Febrio dalam diskusi virtual, Jumat (1/10).

Indikator kelima, yakni Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur yang naik signifikan. September 2021 PMI Indonesia telah masuk ke posisi 52,2 setelah sebelumnya berada di posisi 43,7. Kenaikan ini mensinyalir optimisme manufaktur dalam membeli pasokannya untuk beberapa bulan ke depan.

Baca juga : Ekonomi Belum Pulih, Petani Dan Industri Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Dari kelima indikator tersebut, dia optimis ekonomi Indonesia bakal cepat pulih dibanding negara-negara lain. “Tidak banyak yang bisa mengklaim. Bahkan negara tetangga kita Malaysia belum, Filipina, Thailand, bahkan Singapura juga belum,” tegasnya.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan, saat ini memang menjadi momentum pemulihan ekonomi dunia. Dampaknya kepada Indonesia yakni meningkatnya ekspor. Karena itu permintaan terhadap barang-barang yang diproduksi Indonesia juga akan meningkat.

“Kita melihat pertumbuhan ekspor yang bahkan mencapai di atas 50 persen,” kata Sri Mul dalam acara Peringatan Hari Bea Cukai ke-75, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.