Dark/Light Mode
Sebelumnya
Pertumbuhan ekspor ini juga akhirnya membawa dampak baik bagi neraca perdagangan Indonesia. Dikutip dari website resmi BPS, tercatat nilai ekspor Indonesia Agustus 2021 mencapai USD 21,42 miliar atau naik 20,95 persen dibanding ekspor Juli 2021. Dibanding Agustus 2020 nilai ekspor naik 64,10 persen.
“Ini menggambarkan bahwa gerak dari ekspor dan impor akan kedua-duanya meningkat secara sungguh luar biasa,” tuturnya.
Kendati demikian, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tidak mau buru-buru berpuas diri. Mengingat, proses pemulihan ekonomi itu butuh waktu yang sangat panjang. “Jadi kita tidak boleh puas dan terlena dengan pertumbuhan yang cukup tinggi pada kuartal II tahun 2021 ini,” ujar Sri Mul.
Baca juga : Sri Mulyani Ceria Banget
Sebagai pelayanan negara, ia hanya berpesan kepada jajarannya untuk melakukan tugasnya masing-masing. Dengan begitu, kegiatan masyarakat tidak terganggu dan perekonomian tetap terjaga.
“Kita harus masih berjuang dan menjaga pemulihan tersebut. Ini adalah sebuah pekerjaan besar, sebuah panggilan negara dan merupakan tugas yang utama,” imbuhnya.
Anggota Komisi XI DPR, Hendrawan Supratikno sepakat jika saat ini tengah terjadi pemulihan ekonomi. Patokannya sederhana. Jika mobilitas masyarakat meningkat, ekonomi tumbuh, dan sektor lainnya kembali membaik. “Jika gelombang pasang, mengangkat semua kapal,” katanya memberi tamsil.
Baca juga : Ekonomi Belum Pulih, Petani Dan Industri Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok
Hendrawan meminta kualitas belanja ditingkatkan. Belanja modal yang menodorong pertumbuhan ekonomi melalui pembentukan modal tetap bruto (PMTN) harus dimaksimalkan. Artinya, pemerintah harus bersiap, ketika kondisi sudah normal, bisa segera melakukan akselerasi.
Sektor pertanian yang sangat menentukan ketahanan pangan, tidak boleh diabaikan. “Peluang untuk menjadi negara kuat hanya terjadi bila industri pertanian kita menjadi efisien dan bernilai tambah tinggi,” kata Hendrawan.
Namun, anggota Komisi XI DPR Ecky Awal Mucharam punya pendapat lain. Dia memprediksi, pertumbuhan ekonomi berkisar 3,5-4 persen. Artinya, pemerintah belum bisa merealisasikan apa yang diamanahkan UU APBN 2021.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.