Dewan Pers

Dark/Light Mode

Data Ekspor Eropa Dan AS Dongkrak Rupiah

Rabu, 6 Oktober 2021 09:36 WIB
Dolar dan rupiah. (Foto: ist)
Dolar dan rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,09 persen di level Rp 14.240 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level  Rp 14.252 per dolar AS.

Mata uang Garuda menguat bersama yuan China 0,4 persen dan dolar Hong Kong 0,01 persen. Namun mayoritas mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,14 persen, baht Thailand melemah 0,13 persen, yen Jepang minus 0,1 persen, dolar Singapura turun 0,1 persen, won Korea Selatan melemah 0,06 persen, dan ringgit Malaysia minus 0,06 persen.

Berita Terkait : Perinus Ekspor Gurita Perdana Ke Amerika

Indeks dolar AS terhadap mata uang utama lainnya terpantau menguat 0,09 persen ke level 94,061. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,06 persen ke level Rp 16.481, terhadap poundsterling Inggris turun 0,10 persen ke level Rp 19.368, dan terhadap dolar Australia menguat 0,14 persen ke level Rp 10.388.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan, membaiknya data ekonomi yang dirilis, yaitu data indeks aktivitas sektor jasa Eropa dan AS mendukung sentimen penguatan rupiah. 

Berita Terkait : LPEI Dan Sarinah Dorong Produk UMKM Mendunia

“Meski di saat bersamaan dolar menguat, namun sentimen tersebut nyatanya mendukung penguatan rupiah terhadap dolar AS," kata Ariston, di Jakarta, Rabu (6/10).

Namun menurutnya, penguatan rupiah dinila tak terlalu tinggi, ini lantaran masih ada sentimen kenaikan tingkat imbal hasil (yield) surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun ke kisaran 1,5 persen.

Berita Terkait : Alhamdulillah, Ekspor Pertanian Agustus 2021 Meningkat

Ariston memproyeksi, rupiah memiliki potensi menguat di kisaran Rp 14.240 sampai Rp 14.280 per dolar AS pada hari ini. 

“Penguatan rupiah berasal dari hijaunya bursa saham AS dan Eropa,” pungkasnya. [DWI]