Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peluang Ekspor Kopi Ke Negeri Paman Sam Sangat Besar

Senin, 23 Agustus 2021 16:07 WIB
Webinar Peluang Ekspor Kopi Indonesia di Negeri Paman Sam. (Foto: ist)
Webinar Peluang Ekspor Kopi Indonesia di Negeri Paman Sam. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konjen RI untuk San Fransisco, Simon D.I. Soekarno mengatakan, meskipun pandemi, peluang ekspor kopi ke Amerika Serikat (AS) semakin besar. 

Hal tersebut dikatakan Simon, kepada para para peserta webinar “Peluang Pasar Kopi Indonesia Di Negeri Paman Sam”, Sabtu (21/8).

Di depan para anggota Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Simon menjelaskan, tentang potensi dan cara memasuki pasar AS terutama pantai Barat AS.

Dia juga sangat bangga, pengusaha Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk terus melakukan terobosan ke pasar AS. “Ini ditunjukkan pada Desember 2020 ada pengekspor kopi dari Jawa Timur yang sukses memasuki AS,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, startup kopi Indonesia, yang juga beroperasi di San Francisco, Belift Green Beans juga akan mengirim tiga kontainer kopi hijau (green beans) jenis arabika lagi asal Jawa Timur ke AS. Kopi tersebut diperkirakan tiba di pelabuhan di kawasan San Francisco (SF) Bay Area November  2021.

Berita Terkait : Kalah Angka, Pacman Gagal Rebut Gelar WBA

Pada kesempatan itu, Simon juga mengenalkan empat pengusaha Indonesia yang sukses di AS. Mereka adalah CEO Belift Coffee dan Belift Green Beans Ivan Hartanto, Adhi Yusuf dari Beaneka Coffee, Sinta dari Putri Coffee, dan Sugi yang memegang lisensi pengurusan logistik dan pengiriman.


Tim Diplomasi Kopi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bagas Hapsoro mengapresiasi, ASKI selaku penyelenggara untuk memilih AS sebagai topik diskusi. “Kami selalu memberikan highlight atas ekspor ke AS karena berkaitan dengan trend masalah kopi di dunia, peluang perdagangan kita dengan AS, dan posisi Kemlu tentang diplomasi kopi,” ujar Bagas.

Menurut Bagas, peluang kopi Arabika masih banyak. Demand atau permintaan dunia terhadap kopi Arabika masih besar. Laporan ICO menunjukkan trend kenaikan itu. Harga kopi Arabika pun tidak pernah turun selama pandemi ini.

Bagas mengatakan, neraca perdagangan Indonesia dengan AS surplus. Dengan Indonesia, impor AS mencapai 12,2 miliar dolar AS, ekspor mencapai 4,5 miliar dolar AS. 

“Dengan demikian terjadi surplus di pihak Indonesia sebesar 7,7 miliar dolar AS (Rp 107,8 triliun),” ujar Bagas.

Berita Terkait : Jelang Liga 1, Sponsor Beri Hadiah PSIS Semarang Sebuah Bus

Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Mantan Dubes RI di Stockholm itu mengatakan, jika dibandingkan dengan sektor lainnya maka sektor pertanian khususnya kopi tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. Pertumbuhan di sektor pertanian di 2020 adalah 1,7 persen, sementara sektor lainnya  minus. Pertumbuhan sektor pertanian selama triwulan I-2021 adalah 2,9 persen.


Menurut dia, Kemenlu beserta perwakilan akan terus mempromosikan, mendekatkan masyarakat di luar negeri utk mengetahui dan menyukai kopi Indonesia. Kemenlu mencari dan menggali “niche market”, khususnya kopi spesialti. “Sasaran KBRI dan KJRI tetap fokus dan bekerjasama Atase Perdagangan dan Atase Pertanian,” tukas Bagas.

Dalam webinar itu juga dilakukan sesi diskusi. Banyak pelaku usaha kopi dari daerah menanyakan lebih jauh tentang upaya pembukaan pasar tersebut. 

Adalah Rainaldi yang mewakili Koperasi Mekar Wangi Jabar dan Manat dari Kopi Karo RM yang menanyakan apakah koperasi bisa memasarkan langsung ke luar negeri. 

Pertanyaan tersebut langsung di jawab CEO Belift Coffee dan Belift Green Beans Ivan Hartanto. Menurutnya, banyak orang AS yang menjadi importir bahkan mendatangi perkebunan kopi ke Toraja dan Flores. Mereka difasilitasi KJRI San Fransisco untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan koperasi di sana.

Berita Terkait : PUPR Persembahkan 3 Ruas Jalan Tol Baru

Diakhir acara, Ketua ASKI, I Ketut Putrayasa mengatakan, hubungan dengan perwakilan, khususnya KJRI San Fransisco akan ditingkatkan dalam bentuk kerja sama yang praktis. Tidak saja teori tetapi juga praktek yang perlu diteruskan ke lapangan. [DIT]