Dewan Pers

Dark/Light Mode

Genjot Digitalisasi Sektor Maritim, INSA Gelar Pameran Virtual

Kamis, 28 Oktober 2021 16:56 WIB
Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners Association (DPP INSA) menggelar Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Kamis (28/10). (Foto: Ist)
Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners Association (DPP INSA) menggelar Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Kamis (28/10). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners Association (DPP INSA) menggelar Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021, Kamis (28/10). Pameran maritim terbesar yang diselenggarakan secara virtual ini merupakan pertama kalinya di Indonesia.

Acara yang mengusung tema Digitalisasi, Teknologi dan Inovasi di Sektor Maritim ini bertujuan mendapat gambaran dari pemerintah dan seluruh stakeholders mengenai kebijakan maupun upaya-upaya yang dilakukan dalam meningkatkan peran digitalisasi untuk penguatan ekonomi maritim dan kondisi industri maritim di masa depan.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, penyelenggaraan VEMI 2021 merupakan kolaborasi antara INSA dengan Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan (Abupi), dan Ikatan Perusahaan Industri Kapal Dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo).

Berita Terkait : Penari Barong Bali Sebut Sandi Pemimpin Idaman Kaum Milenial

Carmelita mengungkapkan, selama 2 tahun di masa pandemi Covid-19 ini, INSA tidak menggelar pameran, padahal sebelum masa pandemi INSA secara rutin menggelar pameran. Untuk itu, INSA mencari terobosan dengan menggelar pameran secara virtual di masa pandemi. 

"Pameran ini unik karena dilakukan secara virtual dan mungkin ini pameran maritim pertama di Indonesia yang dilaksanakan secara virtual," katanya dalam konferensi persnya, Kamis (28/10).

Koordinator Wakil Ketua Umum IV Kadin Indonesia Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek, dan Inovasi inj menilai, sebagai negara kepulauan, industri maritim harus menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait : Hari Santri, Kemenag Gelar Pameran Pesantren Virtual

Carmelita menilai, sinergi pada industri maritim perlu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mendorong peningkatan potensi maritim yang ada, seperti transportasi laut, pelabuhan, industri galangan kapal.

"Tumbuh kembangnya usaha transportasi laut, galangan kapal, dan pelabuhan akan berdampak positif terhadap industri dan jasa terkait lainnya. Seperti badan klasifikasi, produsen alat teknologi dan informasi, produsen oil, produsen cat," ujarnya.

Carmelita mengakui penerapan teknologi di sektor maritim khususnya di atas kapal masih tergolong minim. Salah satu alasannya adalah jaringan internet yang mahal dan bandwidth yang terbatas dikarenakan kapal berada ratusan atau ribuan mil dari daratan terdekat. "Konektivitas jaringan internet harus disediakan melalui satelit," jelasnya.

Berita Terkait : Perubahan Iklim Hingga Digitalisasi Jadi Isu Dalam Pertemuan IMF-World Bank 2021

Menurutnya, pengembangan Internet of Things (IoT) di pelayaran juga tidak semudah di sektor lain. Perlu adanya penyediaan jaringan satelit yang kompetitif, mengingat kapal berada di tengah laut yang membutuhkan jaringan satelit yang efisien.

Kemudian, perlu adanya dukungan pengadaan alat dengan memberikan kemudahan perizinan dan harga yang kompetitif.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi keynote speaker di pameran virtual ini. Hadir juga berbagai narasumber, di antaranya dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kadin Indonesia, PT Biro Klasifikasi Indonesia, INSA, Abupi, Iperindo, dan PT Bank Mandiri. VEMI 2021 ini diikuti 1.000 peserta yang terdiri dari kementerian, asosiasi, pelayaran, badan usaha pelabuhan, perusahaan galangan kapal, konsultan, ship agency, ship suppliers, surveyor, akademisi, dan lain-lain. [KPJ]