Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Industri Bobby Gafur Umar berharap, derasnya arus investasi asing yang akan masuk Indonesia bisa dimanfaatkan untuk reformasi hilirisasi industri. Dengan begitu, nilai tambahnya dapat ditingkatkan di dalam negeri.
“Dengan masuknya investasi asing harus membawa juga alih teknologi seperti mengubah nikel untuk bahan baku baterai, minyak sawit menjadi bahan bernilai lainnya,” katanya di Jakarta, Jumat (6/11).
Bobby menyambut baik komitmen investasi yang dikantongi dari sejumlah negara yang didatangi Presiden Jokowi. Apalagi, menyongsong Indonesia sebagai Presidensi G-20 tahun depan.
Baca juga : Petani Ngarep Kenaikan CHT Ditinjau Ulang
Dia berpandangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menangkap peluang masuknya investasi asing. Pertama, konsistensi kemudahan berusaha pada aturan turunan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.
Kedua, Pemerintah perlu melakukan perbandingan kemudahan berusaha dengan negara-negara kompetitor di regional seperti Vietnam dan Thailand. “Kita harus sama atau lebih kompetitif dibandingkan dengan negara lain,” jelasnya.
Ketiga, kepastian dari sisi risiko investasi. Peraturan harus memberikan kepastian.
Baca juga : Gus Jazil Minta Santri Lebih Melek Digital, Sains, Dan Teknologi
“Aturan yang tidak berubah-ubah juga dinilai akan menjadi daya tarik, karena menurunkan risiko bagi investor,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Agraria, Tata Ruang, dan Kawasan Sanny Iskandar menilai, implementasi online single submission perlu dibenahi.
“Undang-Undang saja tidak cukup. Memang di satu sisi memberikan harapan, namun disisi lain implementasinya yang lebih penting. Apalagi dikaitkan dengan online single submission,” ujarnya. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya