Dark/Light Mode

Incar Potensi Ekonomi Digital, WGSHub Siap Melantai Di Bursa

Selasa, 9 November 2021 10:51 WIB
Kantor WGSHub. (Foto: ist)
Kantor WGSHub. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - WGSHub atau PT Wira Global Solusi, pabrik pembuat startup (Venture Builder) siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengincar pendapatan dari potensi ekonomi digital 2025. 

WGSHub telah mendapatkan izin pra-efektif per 5 November 2021 dari OJK Pasar Modal dan izin prinsip per October 2021 dari Bursa untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan kode WGSH. 

Edwin yang merupakan Direktur Utama WGSHub mengatakan, melalui IPO, Perseroan dapat dengan leluasa meningkatkan pertumbuhan portofolio dan mengakselerasi potensial bisnis/startup yang saat ini sudah ada di pipeline.

Menurut dia, pihaknya akan mengembangkan atau bekerjasama dengan empat sampai lima startup setiap tahunnya. Saat ini sudah ada beberapa pipeline untuk dikembangkan, diantaranya di sektor jasa, edukasi, F&B, fashion, dan properti. 

Baca juga : Bernilai Ekonomi, Mitra Binaan Pertamina Sulap Jelantah Jadi Lilin

“Kami berharap melalui kepemilikan saham di startup-startup ini dapat meningkatkan valuasi perusahaan secara exponensial,” ujarnya, Selasa (9/11).

WGSHub sendiri sudah memiliki beberapa portfolio startup yang sudah aktif beroperasi. Di antaranya ada Luxury Social Commerce Whizliz.com, Industrial Education Techpolitan.co, dan Software as a Service Pagii.co.

Erwin Hartanto selaku Komisaris WGSHub mengatakan, saat ini pihaknya telah mengantongi izin publikasi atau pra-efektif dari OJK, dan sekarang saham perusahaan dapat dipesan oleh masyarakat melalui e-IPO. 

“Harapan kami, dengan menyandang status perusahaan publik, kami dapat menyeleksi lebih banyak pipeline perusahaan SME dan family business. Hanya yang visioner dan terbaik yang kami pilih sebagai mitra,” ujarnya.

Baca juga : Di Tengah Pemulihan Ekonomi Nasional, Kinerja Lippo Group Moncer

Perseroan berencana menerbitkan saham baru sekitar 20 persen dari jumlah modal yang disetor penuh setelah IPO, atau sebanyak 208.500.000 lembar saham. Rentang harga penawarannya antara Rp 125 hingga Rp 140 per lembar sahamnya. 

Dengan demikian, jumlah total saham yang akan dicatatkan oleh Perseroan sebagai Emiten di BEI sebanyak 1.042.500.000 saham atau sebesar 100 persen dari modal ditempatkan atau disetor penuh. Dana hasil dari Penawaran Umum Perdana akan digunakan sebagai modal kerja.

Perseroan menargetkan pendapatan dari potensi ekonomi digital 2025 sebesar 3-5 persen. Untuk merealisasikan target tersebut, saat ini WGSH telah memiliki lebih dari 20 Intellectual Property (IP), dan didukung oleh lebih dari seratus programmer yang tersebar di tiga anak usaha Perseroan, yaitu PT Kirana Tama Teknologi, PT Smooets Teknologi Outsourcing, dan PT Qorser Teknologi. 

Potensi nilai ekonomi digital di Indonesia di prediksi mencapai angka 124 miliar dolar AS. Begitu besarnya potensi ekonomi digital membuat startup di Indonesia bertumbuh subur.

Baca juga : Token Kripto Asal Indonesia Bakal Melantai Di Bursa Eropa

Berdasarkan data dari StartupRanking.com, Indonesia saat ini menempati posisi kelima negara dengan total jumlah startup sekitar 2307 startup. Mengungguli negara tetangga seperti Malaysia yang memiliki 299 startup dan Singapura dengan 992 startup. [DIT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.