Dark/Light Mode

Covid-19 Terkendali, Dunia Usaha Optimis Ekonomi Pulih

Kamis, 25 November 2021 06:32 WIB
Covid-19 Terkendali, Dunia Usaha Optimis Ekonomi Pulih

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejalan dengan terkendalinya Covid-19 di Indonesia, ekonomi dalam negeri sudah menunjukan pertumbuhan. Meski begitu berbagai tantangan terutama dari isu ketidakpastian global seperti ancaman Covid-19 dan varian barunya, ketidakpastian geopolitok, tapering off dari The Fed, krisis energi dan isu perubahan iklim, hal tersebut dikatakan Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri Kemenko Perekonomian Evita Manthovani dalam webinar dengan tema Outlook Tantangan Ekonomi dan Kesiapan Industri di Tahun 2022, (24/11).

Acara Webinar ini diselenggarakan atas kerjasama dengan Hotel Harper Cabang MT Haryono Jakarta dan juga disponsori oleh PT Pegadaian, PT Antam (Persero) Tbk, PT Shipper Indonesia dan Sharp. Hadir juga dalam Webinar ini M. Riyansyah - Regional Head Shipper Indonesia, kemudian Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Indonesia, R M Tedy Aliudin dan Ketua Umum Association Of The Indonesia Tours an Travel Agencies (ASITA), Artha Hanif.

Berita Terkait : Mobilitas Penduduk Naik, Ekonomi Pulih

Evita menambahkan bahwa pemerintah optimis kedepan di tahun 2022 perekonomian Indonesia akan tetap di jalur positif. Berdasarkan asumsi makro ekonomi diperkirakan tahun depan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan menyentuh level 5,2 - 5,5 persen. Kemudian inflasi 3 persen dan nilai tukar rupiah sebesar Rp14.350 per dolar AS.

"Pertumbuhan ekonomi kita akan tumbuh meski melambat, ini sinyal bagus dibandingkan negara lain yang belum bisa tumbuh positif. Ini tidak lepas dari pengaruh penerapan PPKM sehingga berdampak pada konsumsi masyarakat. Kedepan kami yakin akan lebih baik lagi," pungkas dia.

Berita Terkait : Kontribusi Perdagangan Ritel Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sementara itu Regional Head Shipper, Riyansyah, mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran kasus Covid-19. Meski mayoritas industri terdampak namun untuk sektor jasa logistik dan pergudangan tumbuh cukup positif. Hal ini terpengaruh oleh aktivitas masyarakat yang lebih banyak bekerja dari rumah selama penerapan kebijakan PSBB atau PPKM yang ditetapkan pemerintah.

"Shipper sebagai perusahaan yang memberikan layanan logistik terintegrasi berbasis teknologi menawarkan solusi yang lengkap. Kami tersebar di 35 kota di Indonesia sehingga kami siap memberikan layanan yang optimal untuk pemenuhan kebutuhan logistik sehingga diharapkan turut menopang perputaran ekonomi masyarakat," kata Riyansyah.

Berita Terkait : Perusahaan Keluarga Dominasi Ekonomi Dunia

Dia berharap kasus Covid-19 di Indonesia bisa terus melandai dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal. Dengan terkendalinya kasus Covid-19 dipercaya akan mampu memulihkan perekonomian nasional dan mayoritas industri termasuk sektor jasa logistik juga akan semakin berkembang.

"Covid-19 memang menjadi tantangan kita bersama, kami melihat kebijakan pemerintah dalam hal ini berimbang antara penguatan sektor kesehatan ataupun juga sektor ekonomi," pungkasnya. [ARM]