Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cara Kelola Keuangan dan Investasi Yang Tepat Pasca Pandemi

Kamis, 14 April 2022 21:47 WIB
Cara Kelola Keuangan dan Investasi Yang Tepat Pasca Pandemi

RM.id  Rakyat Merdeka - Maraknya investasi bodong yang menjanjikan keuntungan berlipat saat ini menjadi trending topic. Pasalnya kerugian yang dialami oleh investor dan masyarakat tidak sedikit. Padahal niatnya mereka berinvestasi di awal adalah untuk mendapatkan keuntungan dan terjamin keuangannya di masa depan. Namun akibat salah investasi keuntungan yang mereka impikan justru berujung rugi.

Menanggapi fenomena itu Financial Planner, Mike Rini Sutikno dalam diskusi yang digagas Beritakota.id dengan dukungan PT Pegadaian Galeri24, Antam, FIF Group dan Kokola Biscuit & Wafer bertema Mengelola Keuangan Di Situasi Yang Tak Pasti, di Jakarta, Kamis (14/4) mengatakan Investor muda itu rata-rata mau duitnya sekarang makanya ikut-ikutan trading Itu bagus tapi yang saya khawatir mereka hanya fokus pada produknya jadi apa yang baru itu yang diburu. Mereka bukan didasarkan pada kebutuhan dan pengetahuan atas investasinya.

Berita Terkait : Menkeu Berharap INA Dapat Menarik Investasi Jangka Panjang

Mike menambahkan bahwa profil risiko atas produk investasi itu terbagi dalam tiga kategori yaitu risiko rendah, sedang dan tinggi. Untuk risiko rendah contoh produknya adalah tabungan, deposito, reksadana pasar uang dan emas. Kemudian untuk yang risiko sedang yaitu obligasi, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran dan properti. Kemudian risiko tinggi yaitu saham, reksadana saham, forex, P2P Lending dan lainnya.

"Di situasi yang tidak pasti kuncinya berinvestasi adalah long term, dan tujuan yang SMART. Harus utamakan tujuan kebutuhan keuangan yang spesifik supaya kalau ada penawaran investasi baru nggak mudah terombang ambing. Jadi fokus pada kebijakan investasi anda," pungkas Mike.

Berita Terkait : UT-Unperba Kerja Sama Manfaatkan Teknologi Informasi, Bamsoet Kasih Jempol

Di tempat yang sama Kepala Devisi Penjualan PT Pegadaian Galeri 24, Dadan Kadarsah menyatakan salah satu produk investasi yang menjanjikan dan berisiko rendah adalah emas. Untuk itu sebagai anak usaha PT Pegadaian, Galeri 24 selalu mengeluarkan produk-produk emas dengan berbagai tema dan varian.

Dadan menambahkan investasi emas tidak ada ruginya. Meskipun harga berfluktuasi namun rata-rata setiap tahunnya mengalami peningkatan. Bahkan besaran kenaikan harga emas melebihi angka inflasi. Oleh sebab itu emas dalam jangka panjang menjadi investasi yang menguntungkan dan tidak tergerus inflasi.

Berita Terkait : RI-Panama Terus Genjot Perdagangan Dan Investasi, Termasuk Kerja Sama Sektor Maritim

Dijelaskannya bahwa banyak manfaat yang akan didapatkan masyarakat atau investor yang rajin berinvestasi emas. Selain tidak tertekan oleh inflasi, emas nilainya cenderung meningkat. Terlebih di saat kondisi gonjang-ganjing geopolitik seperti Ukraina Vs Rusia, harga emas cenderung meningkat.

Hal senada disampaikan Lukman Haqeem selaku Analis Pasar Modal GK Invest. Menurutnya emas menjadi safe heaven yang banyak diburu oleh masyarakat terutama saat ada pandemi. Namun perlu dipahami bahwa investasi emas juga sebaiknya direncanakan sejak awal dengan metode jangka panjang. Return yang didapatkan dari investasi emas akan lebih optimal manakala investasi long term. [ARM]