Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasar E-Commerce di Kawasan Asia Tenggara Siap Tumbuh Pesat
Kamis, 13 Maret 2025 18:46 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan terbaru dari lembaga riset pasar IDC, yang diinisiasi oleh platform pembayaran global 2C2P dan Antom, mengungkapkan bahwa nilai pasar ecommerce Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US$325 miliar (sekitar Rp5.299 triliun) pada tahun 2028. Raihan ini didorong oleh pesatnya adopsi pembayaran digital dan kemampuan kerja sama lintas regional yang membuka lebih banyak peluang dalam perdagangan lintas negara bagi para pelaku bisnis.
Laporan tahunan berjudul How Southeast Asia Buys and Pays 2025 menjadi edisi keempat dari IDC InfoBrief sejak terbit pertama kali pada tahun 2021. Laporan ini merangkum survei terhadap 600 responden dari enam negara di Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, lengkap dengan analisis perkembangan skema pembayaran digital di masing-masing pasar dan regional Asia Tenggara secara keseluruhan. Sebagai wilayah dengan potensi ekonomi terbesar kelima di dunia, pertumbuhan Asia Tenggara yang luar biasa sebagian besar didorong oleh perkembangan pesat sektor ecommerce yang didukung oleh meningkatnya adopsi pembayaran digital.
Baca juga : Uji Emisi Kendaraan Berat Digencarkan, Pelanggar Siap-Siap Kena Sanksi!
Popularitas dompet digital dan pembayaran domestik sangat tinggi di Asia Tenggara. Pada tahun 2023, dompet digital menjadi metode pembayaran yang paling banyak digunakan di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, sementara pembayaran domestik mendominasi di Singapura dan Thailand. Tren ini terus berlanjut pada tahun 2024. Dompet digital menjadi metode pembayaran kedua yang paling banyak diterima oleh pelaku usaha yang disurvei di Singapura dan Filipina, serta ketiga di Indonesia dan Thailand.
Peluang dalam perdagangan lintas negara. Nilai perdagangan lintas negara di Asia Tenggara diprediksi akan mencapai $14,6 miliar (sekitar Rp2.380 triliun) pada tahun 2028, meningkat 2,8 kali lipat dari tahun 2023. Nilai rata-rata transaksi lintas negara per pelanggan diperkirakan akan melampaui nilai transaksi domestik, kecuali di Vietnam dan Indonesia. Hal ini menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis di kawasan terkait.
Baca juga : Sanad dan Lion Air Teken Perjanjian MRO Baru
Managing Director of Business and Product Development 2C2P, Agnes Chua dalam keterangan tertulisnya pada media, Kamis (13/3) mengungkapkan bahwa, Saat ini, skema e-commerce di Asia Tenggara berkembang dengan sangat pesat. Para pelaku usaha menyadari besarnya peluang yang ditawarkan oleh pertumbuhan ini dalam meningkatkan pendapatan melalui e-commerce. Di sisi lain, mereka mengatakan pertumbuhan ini meningkatkan kompleksitas dalam operasional mereka, termasuk tantangan dalam layanan pelanggan dan penyelesaian masalah, integrasi payment gateway, dan masalah teknologi.
"Di 2C2P, kami berupaya memberdayakan para pelaku bisnis untuk menghadapi tantangan-tantangan ini dengan menyediakan solusi pembayaran yang menyederhanakan operasional, meningkatkan kapabilitas lintas negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan ini. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat dengan cepat membuka peluang-peluang baru dan berkembang di lingkungan yang dinamis ini.” ujarnya.
Baca juga : Sjafrie & Menhan Malaysia Perkuat Kerja Sama Pertahanan
General Manager Antom, Ant International, Gary Liu mengatakan, Asia Tenggara berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan inovasi digital. Seiring dengan berkembangnya bisnis lintas negara, transaksi yang lancar dan efisien menjadi sangat penting untuk menjaga daya saing. Di Antom, kami percaya bahwa sistem pembayaran bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga penggerak pertumbuhan bisnis.
"Lewat kolaborasi dengan 2C2P dan bisnis lain dalam ekosistem Ant International, kami memberdayakan para pelaku usaha dengan solusi pembayaran dan digitalisasi terpadu yang mencakup seluruh siklus pembayaran sekaligus menjajaki peluang dalam layanan akun global, pembiayaan, dan manajemen kas untuk mendukung ekspansi mereka. Melalui kolaborasi erat dengan regulator dan mitra industri di setiap negara, kami ingin membuka peluang baru bagi bisnis dari berbagai skala dan membantu mereka berkembang dalam ekonomi digital yang terus tumbuh di Asia Tenggara.” ucap Gary Liu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya