Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemanfaatan Tik Untuk Pendidikan Dan Pembangunan Pemuda Yang Produktif
Sabtu, 28 November 2020 14:24 WIB
Sebelumnya
Dalam kesempatan yang sama, Helmi fajar Andrianto Kepala Bagian Pelayanan Informasi Kominfo menyampaikan, Kenapa bicara akses broadband, padahal sebenarnya kita berbicara internet dengan 2.4G dan 3G pun sudah cukup, spesifik tentang 4G. Karena memang sekarang kebutuhan internet masyarakat sudah membutuhkan akses internet dengan kecepatan tinggi, bahwa video call, kemudian teleconference, semuanya membutuhkan bandwidth yang tidak sedikit, diperlukan minimum 1 mbps kecepatan upload dan download.
Untuk bisa secara lancar melakukan akses streaming, ini yang bisa ditemukan pada akses broadband, sekarang bicara 27% ini, jika menuju ke luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote itu Indonesia terdiri dari 83.218 desa dan kelurahan sebanyak 12.548 desa tersebut masih belum terjangkau akses internet 4G.
Kemudian dari 12.548 tersebut ada 9.113 desa di wilayah 3T terdepan, tertinggal dan terluar, artinya wilayah-wilayah yang memang secara ekonomi ataupun secara revenue tidak memberikan keuntungan bagi operator, sehingga operator tidak masuk ke wilayah-wilayah tersebut. Bisa dimaklumi ketika berbicara operator telekomunikasi, mereka pasti akan membangun ataupun menginvestasikan dana mereka ke tempat-tempat yang memang berpotensi untuk bisa memberikan keuntungan bagi mereka.
Baca juga : Kesandung Proyek Pembangunan RS, Wali Kota Cimahi Diringkus KPK
Wilayah 3T ini pengecualian akan bisa memberikan revenue, oleh karena itu, dari Kementerian Kominfo melalui Bakti bertugas untuk bisa memperlebar atau memeratakan akses telekomunikasi, terutama akses internet kecepatan tinggi di wilayah-wilayah yang secara profit tidak tidak menguntungkan atau tidak komersial untuk bisa dibangun akses telekomunikasi.
Dan sangat banyak yang beredar di internet, harap hati-hati informasi yang ada di internet, bagaimana bisa melakukan pengecekan fakta, cek manfaatnya, cek kebenarannya. Apakah informasi tersebut penting atau tidak, jika ternyata tidak penting sudah cukup menjadi pengetahuan, mendesak atau tidak, jangan langsung menyebarkan. Semoga masyarakat menjadi bombaster membantu pemerintah untuk bisa membantu menangkap atau mengkonfirmasi hoax-hoax yang ada di masyarakat.
Christanto Wahyu Widodo selaku Konsultan Individual Perencanaan dan Strategi Komunikasi Persero juga menyampaikan bahwa “saat ini memasuki era luar biasa, mau tidak mau harus punya cara dan strategi untuk bisa. Bagaimana memanfaatkan momen dan era digital ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa bertumbuh dan berkembang di era digital.
Baca juga : Presiden Targetkan Pusat Pembibitan Rumpin Bisa Produksi 16 Juta Bibit
Pengguna internet ada 175,4 juta, jumlah penetrasi 64%, dari jumlah 175,4 juta ini ternyata mereka aktif sebagai pengguna media sosial sebanyak 160.0 juta jadi ada 59% dari total populasi penduduk yang menggunakan media sosial. Media informasi pemberitaan ini masing-masing dalam ranking 10 besar, ini menarik karena di saat orang sibuk dengan media sosial.
Ternyata masih ada kebutuhan untuk melihat informasi, mendapatkan informasi yang bisa dirasa dengan sumber-sumber berita yang lebih kredibel. Dari penetrasi penggunaan internet website di peringkat nomor 4 ada tribunnews.com, dia bisa menduduki peringkat keempat, ini sudah luar biasa.
Disampaikan bahwa ini adalah kebutuhan untuk mendapatkan informasi yang benar, yang kredibel, bahwa era sekarang ini sangat masif dengan penyebaran hoax, ternyata masih ada kebutuhan untuk mendapatkan, memperoleh sumber-sumber informasi yang kredibel. Setelah lulus mau jadi apa, pertanyan itu sudah menjadi hal yang memang terus berulang, ini suatu hal yang harus di ambil bersama.
Baca juga : BGR Berikan Layanan Keuangan Buat UMKM
Di era informasi yang melimpah ini, pertanyaan yang serupa ini tidak akan muncul lagi, jadi memang kecenderungan ini lebih mudah mendeskripsikan, apa yang akan dituju kedepan. Definisi sukses, Selalu lihat capaian orang lain, dan umumnya yang dillihat hanya satu bagian dari orang tersebut. Yakni sukses yang dicapai saat ini, dan banyak informasi melimpah, tapi tidak bisa memecahkan semua persoalan. Ssebab tidak bisa memberi informasi siapa diri kita sesungguhnya potensi apa yang dimiliki.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya