Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rahasia Perusahaan Tetap Bertahan di Usia 50 Tahun Lebih

Kamis, 29 Juli 2021 08:58 WIB
Rahasia Perusahaan Tetap Bertahan di Usia 50 Tahun Lebih

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam situasi yang serba sulit ini, ternyata dari penulusuran Tim Riset SWA tahun 2021, ada sejumlah perusahaan dan merek yang usianya lebih dari 100 tahun dan saat ini tetap berkibar, baik itu perusahaan swasta nasional maupun BUMN. Untuk perusahaan swasta ada  PT Pura Barutama (didirikan Ong Djing Tjong pada 1908), PT Aneka Gas Industri Tbk. (1916), PT Tiga Raksa Satria Tbk. (1919), dan PT PT Grand Kartech Tbk. (1921). Sementara itu, untuk merek yang telah berusia 100 tahun, di antaranya ada Kopi Warung Tinggi, Kecap Benteng Teng Giok Seng, Kecap Cap Orang Jual Sate, Jamu Iboe, Minyak Gosok Cap Tawon, Dji Sam Soe, Soda Cap Badak, dan Peci M. Iming.

Deretan merek produk atau perusahaan hebat versi majalah SWA ini mendapat apresiasi Indonesia Living Legend Companies dan Indonesia Living Legend Brands yang tiap tahun diadakan dan berubah nama-nama perusahaan yang masuk kategori. Untuk Indonesia Living Legend Companies dan Indonesia Living Legend Brands tahun 2021, melalui Zoom dan YouTube (28/7).

Berita Terkait : Jaksa KPK Tuntut Eks Pejabat Bakamla 4 Tahun Penjara

Para pembicara ini menyodorkan resep agar perusahaan tetap kuat, sehat dan tangkas di usia 50+. Maklum, melewati usia 50 tahun atau lebih dengan kondisi perusahaan tetap sehat dan perkasa bagi perusahaan-perusahaan asli Indonesia tersebut bukanlah prestasi yang kebetulan. Apalagi di tengah badai pandemi Covid-19 dan disrupsi teknologi tidaklah mudah dihadapi bagi perusahaan-perusahaan Indonesia. Namun, mereka tetap tegar dan kokoh berdiri dengan kinerja yang jempolan. Inilah rahasia yang mereka paparkan secara gamblang dalam forum webinar yang atraktif diadakan SWA.

Lantas, bagaimana caranya agar perusahaan-perusahaan atau merek produk dapat masuk dalam Indonesia Living Legend Companies dan Indonesia Living Legend Brands versi majalah SWA? “Perusahaan dan merek harus memiliki umur minimal 50 tahun,  terus berkembang dan menjadi pemain utama di industrinya, atau di kategorinya (untuk merek). Jadi, perusahaan tersebut tetap tangguh, sehat, dan lincah,” jelas Kemal Effendi Gani, Group Chief Editor SWA.

Berita Terkait : Latih Persija, Angelo Siap Belajar Bahasa Indonesia

Pertanyaannya, bagaimana perusahaan bisa bertahan begitu lama? Menurut pengamat bisnis dari Inventure, Yuswohady, yang paling mendasar adalah kultur, atau disebut juga core values, yang kuat. Bentuk kultur ini bermacam-macam, misalnya inovatif, adaptif, punya operational excellence, dan kolaboratif.

Menurutnya, Memang tidak banyak perusahaan atau merek yang bisa disebut legendaris di Indonesia. Namun, kalau secara global, kita bisa merujuk hasil riset Arie de Geus, penulis buku The Living Company (1997). Bersama timnya, pada 1990-an ia menemukan fakta bahwa harapan hidup rata-rata (average life expectancy) perusahaan multinasional yang masuk daftar Fortune 500 hanya berkisar 40-50 tahun. Fakta lainnya, sekitar sepertiga dari perusahaan yang masuk daftar Fortune 500 pada 1970 lenyap ditelan masa pada 1983, baik karena diakuisisi, merger, maupun bubar. Jadi, perusahaan yang bisa menembus usia 50 tahun, bahkan 100 tahun hingga 200 tahun, kehebatannya tidak diragukan lagi, pungkas Yuswohady. (ARM)