Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bersama Tirta Arsanta, Universitas Dian Nusantara Edukasi Masyarakat Bogor

Kamis, 26 Agustus 2021 14:44 WIB
(Kiri) Ketua Yayasan Dian Asra Universitas Dian Nusantara, Sagoro Dharmawan menyerahkan pelakat pada Pemilik Tirta Arsanta dan Melting Pot Sentul, Faisol Soleh pada acara PPM di Kabupaten Bogor (25/8)
(Kiri) Ketua Yayasan Dian Asra Universitas Dian Nusantara, Sagoro Dharmawan menyerahkan pelakat pada Pemilik Tirta Arsanta dan Melting Pot Sentul, Faisol Soleh pada acara PPM di Kabupaten Bogor (25/8)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Dian Nusantara (Undira) melakukan salah satu tridarma perguruan tinggi berupa Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Kampung Babakan Ngantai, Karang Tengah, Kec Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/8)

Ketua Yayasan Dian Asra Universitas Dian Nusantara, Sagoro Dharmawan mengatakan, Pada kegiatan PPM tersebut pihaknya dibantu oleh Tirta Arsanta Hot Springs & Villa dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar.

Berita Terkait : Bersama IJTI, Pegadaian Umumkan Juara Karya Jurnalistik 2021

Didampingi pemilik Tirta Arsanta dan Melting Pot Sentul Faisol Soleh, Direktur Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Undira, Dr. Dewi Anggraini, Ak, ME dan Kabiro Humas Undira Kornelia Johana Dacosta, M.I.Kom. " Lokasi yang berjarak sekitar 20 km dari Istana Bogor masih menyisakan berbagai persolan, mulai dari buta huruf, sampah, hingga potensi wisata" tutur Dharmawan pada rm.id dalam acara media gathering.

Menurutnya, pada kegiatan perdana PPM di lokasi tersebut, pihaknya menyelenggarakan pengelolaan sampah plastik menjadi produk bernilai jual. Harapannya, sampah yang berserakan di sana dapat dijual sebagai souvenir bagi pengunjung destinasi wisata air terjun dan air panas. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak Kampung Babakan Ngantai, Karang Tengah, Kec Babakan Madang, Bogor adalah  ketersediaan tempat penampungan sementara (TPS) maupun pengelolaan sampah.

Berita Terkait : Bersama Polsek Jatisampurna, Universitas Dian Nusantara Gelar Vaksin Merdeka

“Kami siap bersinergi baik dengan pemerintah daerah bogor atau perusahaan swasta dalam membangun sebuah TPS atau mesin pengolah sampah sehingga sampah menjadi barang bernilai ekonomi dan kawasan wisata bersih dan nyaman” katanya.

Sementara itu, Pemilik Tirta Arsanta dan Melting Pot Sentul, Faisol Soleh mengakui pihaknya tidak segan merekrut warga sekitar yang buta huruf sebagai karyawan, karena mereka mau belajar hal tersebut terlihat dari jumlah tamu yang datang. "Pengunjung-pengunjung kami mengaku sangat puas dengan layanan karyawan kami,” ujar Faisol. 

Berita Terkait : Rehabilitasi Mangrove Bantu Ekonomi Masyarakat Desa Sedanau Natuna

Dharmawan menambahkan, ke depan lokasi tersebut akan difokuskan sebagai sasaran program pengabdian masyarakat oleh dosen-dosen Undira. Dosen sebagai fasilitator dan mahasiswa Undira yang lebih banyak bergerak.

Dengan konsep kampus merdeka. Mahasiswa dibolehkan berkegiatan seperti magang, pengabdian masyarakat, atau riset dalam jangka waktu tiga semester. “Dengan demikian, dosen, mahasiswa bisa praktek langsung dan memberikan solusi sesuai keahliannya, sehingga tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat meningkat,” pungkasnya. (ARM)